JOGJA - Promosinya kiper muda Athaullah Daib Pratama ke tim senior PSIM Jogja di usia 16 tahun untuk mengarungi BRI Super League 2026/2027, bukan sekadar upaya menambah kedalaman skuad. Bagi Pelatih Jean Paul Van Gastel, kehadiran kiper muda itu menjadi bagian dari upaya membuka jalur yang lebih jelas bagi talenta akademi menuju tim utama.
Daib yang sebelumnya memperkuat EPA U-16 kini bergabung bersama skuad senior PSIM sebagai penjaga gawang keempat. Keputusan itu menjadi salah satu bentuk kepercayaan Van Gastel terhadap potensi pemain muda yang sedang berkembang di lingkungan klub.
Baca Juga: Urusan Kitas Tuntas, Christope Nduwarugira Siap Jadi Benteng Kokoh PSS Sleman
Van Gastel sendiri memiliki latar belakang panjang dalam pembinaan pemain usia muda. Sebelum berkarier sebagai pelatih profesional, pelatih asal Belanda itu selama beberapa tahun itu menjadi bagian dari akademi Feyenoord Rotterdam.
Pengalaman ini membuat Van Gastel tidak asing dengan proses membentuk pemain muda secara bertahap. Ia pun menilai talenta muda PSIM perlu diberikan ruang untuk berlatih dan berkembang bersama pemain senior ketika dinilai memiliki potensi.
"Saya pelatih yang selama sembilan tahun menjadi pelatih usia muda di Akademi Feyenoord Rotterdam. Saya suka bekerja dengan anak-anak muda yang berbakat," kata Van Gastel, Kamis (20/8).
Baca Juga: Masih Dihadapkan Tantangan, Hasil Panen Bawang Merah di Bantul Melonjak Lebih dari 100 Persen
Menurut Van Gastel, keputusan mempromosikan Daib di tim senior tidak hanya didasarkan pada usianya yang masih muda. Tim pelatih melihat ada potensi yang dapat dikembangkan lebih jauh melalui lingkungan latihan bersama pemain senior.
Daib sebelumnya mendapat rekomendasi dari tim pelatih, termasuk Pelatih Kiper Mario Capece. Van Gastel kemudian ikut mengamati sang kiper dalam beberapa kesempatan dan melihat kemampuan yang membuatnya layak mendapatkan kesempatan lebih jauh.
"Kami mengundang anak ini karena dia berusia 16 tahun. Dia tampil dengan baik, jadi kami mempertahankannya dan mencoba mengembangkannya," ujarnya.
Baca Juga: Jadi Saksi Ahli Praperadilan Reno Candra Sangaji, Wadek FH UGM Nilai Hitungan BPKP Sah Digunakan
Van Gastel juga mengakui dirinya tidak secara langsung menyaksikan seluruh penampilan Daib ketika masih bermain di EPA PSIM U-16. Namun, proses rekomendasi dari tim pelatih dan pengamatan dalam latihan cukup untuk membuatnya melihat potensi yang dimiliki sang pemain.
"Tim pelatih merekomendasikannya kepada kami. Dan saya beberapa kali melihatnya. Saya berpikir, dia punya potensi. Jadi, mari kita lihat sejauh mana dia bisa berkembang," katanya.
Lebih jauh Van Gastel berharap promosi Daib tidak berhenti sebagai satu kasus. Menurutnya, keberadaan pemain muda di lingkungan tim senior harus menjadi pesan bagi akademi bahwa pemain yang berkembang baik memiliki kesempatan untuk menembus skuad utama.
Baca Juga: Keren! Hasil Urban Farming KWT Karya Manunggal di Lahan Sempit Bantu Suplai Kebutuhan Gizi dan Warga
Karena itu, pelatih 54 tahun itu membuka kemungkinan untuk kembali memberikan kesempatan kepada pemain akademi lain apabila ditemukan talenta yang dinilai memiliki potensi.
"Ini menjadi sinyal kepada akademi kami bahwa mungkin ada masa depan bagi pemain-pemain muda. Kami juga mempertimbangkan apakah ada pemain berbakat lain untuk dibawa ke tim utama," tegas Van Gastel. (iza/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja