Balap Sepeda DIY Siap Raih Prestasi Nomor Track National Championship 2026 di Jakarta International Velodrome  

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 21:22 WIB
Tim balap sepeda nomor track DIJ siap berlomba di jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta. Istimewa 
Tim balap sepeda nomor track DIJ siap berlomba di jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta. Istimewa 

 

 

JOGJA - Tim balap sepeda DIY siap unjuk gigi dalam ajang Indonesia Track National Championship 2026 di Jakarta International Velodrome,  31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Turun dengan kekuatan lima atlet, DIY siap mengejar target prestasi terbaiknya, meski dalam persaingan antar daerah yang sangat ketat. 

​​Pelatih Tim Balap Sepeda DIY  M. Basri menjelaskan, saat ini tim balap sepeda nomor track DIy dalam kondisi siap tempur dan sudah menjalani sesi latihan resmi di venue perlombaan.

Baca Juga: Gudang Kantor Kecamatan Karangsambung Terbakar, Kasur hingga Tiang Infus Dilalap Si Jago Merah

Menurutnya, kondisi fisik dan mental para atlet berada dalam performa yang cukup baik, kendati porsi latihan tim sejauh ini memang lebih banyak didominasi di nomor jalan raya (road race) bukan track.

​Skuad balap sepeda DIJ, menurut Basri, telah bertolak menuju Jakarta sejak Rabu siang untuk mematangkan persiapan akhir menjelang lomba.

Keikutsertaan ini menjadi agenda krusial dalam menguji kesiapan para atlet lokal menembus persaingan kasta tertinggi nasional. 

"Persiapannya sudah cukup bagus, khususnya di nomor jalan raya. Bulan kemarin kita juga berhasil mengamankan dua perak dan satu perunggu," katanya, Kamis (30/7).

Baca Juga: Labeli LSM hingga Pengamat Londo Ireng, Aktivis di Jogja Laporkan Presiden Prabowo Subianto ke Komnas HAM 

​Kelima atlet DIJ yang ambil bagian di ajang nasional ini adalah Rexi Achira Keenan, Kinara Aletta Saputri, Kirana Noah Dirfata, Sabrina Shafinia Tsaqif dan Shafa Al Zahra.

Meski telah siap untuk meraih hasil maksimal, Basri tidak memungkiri adanya tantangan teknis yang cukup signifikan dalam menghadapi nomor track.

Ketiadaan fasilitas velodrome di wilayah DIJ menjadi kendala utama dalam memaksimalkan pemusatan latihan secara internal.

​Untuk menyiasati keterbatasan sarana itu, para atlet DIY terpaksa memindahkan porsi latihan khusus track ke luar daerah. Solo menjadi destinasi utama tim untuk menjajal lintasan velodrome yang memadai.

"Kalau untuk nomor track velodrome kendalanya memang kami tidak punya velodrome sendiri di DIJ. Jadi kami banyak berlatih di jalan raya, dan kalau butuh latihan track kami harus menyeberang berlatih ke Solo," lontarnya. 

​Menatap peta persaingan di Jakarta, Basri enggan membeberkan target spesifik secara mendetail.

Baca Juga: Kasus Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan Sleman Berakhir Damai; Direktur Minta Maaf, Keluarga Korban Ikhlas 

Namun, pihaknya tetap memastikan seluruh pembalap binaannya dipatok untuk tampil maksimal, mengingat peta kekuatan lawan antarprovinsi saat ini dinilai relatif merata.

Ajang kejuaraan nasional ini juga difungsikan sebagai bagian penting dari program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) jangka panjang. 

Keikutsertaan di Jakarta International Velodrome ini diproyeksikan sebagai batu loncatan awal menuju fase kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON).

Tim balap sepeda DIJ membidik raihan poin maksimal demi mengamankan tiket menuju pesta olahraga multievent terbesar di tanah air tersebut. 

"Latihan kami gelar setiap hari, karena ini bagian dari Puslatda. Arah utamanya jelas untuk persiapan Pra-PON 2027 mendatang, demi mengejar kuota dan amunisi jatah lolos menuju PON 2028," cetusnya. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Atlet Puslatda Pekan Olahraga Nasional (PON) balap sepeda