
JOGJA - PSIM Jogja menyambut positif keputusan ILeague yang akan menggelar kompetisi League Cup pada musim 2026/2027. Turnamen yang akan diikuti klub-klub Super League dan Championship itu dijadwalkan mulai bergulir 3 November 2026, sekaligus mengakhiri vakum kompetisi piala domestik selama tujuh musim.
Manajer tim PSIM Jogja Iksan Mahar menilai kehadiran League Cup menjadi langkah positif bagi perkembangan kompetisi sepak bola nasional.
Menurutnya, manajemen Laskar Mataram juga telah memperhitungkan agenda tersebut sejak awal dalam penyusunan skuad musim ini.
Baca Juga: PSIM Jogja Genjot Persiapan Pasca-Sepekan Latihan, Kerangka Skuad Baru Terbentuk 60-70 Persen
"Kami sambut positif keputusan ILeague untuk menggelar League Cup musim 2026/27. Seperti kita ketahui League Cup atau dulu dikenal Piala Indonesia terakhir digelar pada 2018/19, jadi sudah vakum tujuh musim," ujar Iksan, Selasa (28/7).
Ia mengatakan, PSIM sendiri telah menyiapkan tim untuk menghadapi padatnya agenda musim ini. Kedalaman skuad menjadi salah satu aspek yang dipersiapkan agar tim tetap kompetitif saat berlaga di dua kompetisi sekaligus.
"Kami sudah menyiapkan tim untuk menjalani dua kompetisi nasional. Kami percaya tim pelatih dan skuad yang telah disiapkan bisa tampil kompetitif di Super League dan League Cup," kata Iksan.
Selain memberi variasi kompetisi, League Cup juga dinilai membuka peluang lebih besar bagi seluruh pemain untuk memperoleh menit bermain.
Iksan menyebut rotasi pemain akan menjadi bagian penting dalam menjaga performa tim sepanjang musim.
"Kehadiran League Cup juga membuka kans pada seluruh pemain mendapat menit bermain setara. Untuk itu, kami butuh kemampuan terbaik seluruh pemain sepanjang musim untuk mengejar capaian monumental di musim ini," tuturnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala PSIM Jean Paul Van Gastel juga menyambut baik kembalinya kompetisi piala domestik.
Baca Juga: Peluang Besar Menanti! 61 Mahasiswa Polbangtan Kementan Dibekali Keahlian Animal Welfare
Meski demikian, pelatih asal Belanda itu mengingatkan bahwa penyelenggaraan League Cup berpotensi membuat kalender pertandingan semakin padat karena beririsan dengan agenda internasional.
"Menurut saya, piala domestik League Cup hal yang sangat bagus mulai diterapkan saat ini. Hanya saja, karena ada South Asian Cup dan Asian Cup, jadwal pertandingan bakal cukup padat," kata Van Gastel.
Van Gastel menilai keberadaan League Cup memberi kesempatan bagi tim untuk memburu trofi tambahan.
Namun, ia juga berharap penyelenggaraan kompetisi dapat diselaraskan dengan kalender pertandingan agar beban tim tidak terlalu berat.
"Jadi, saya senang adanya League Cup karena itu hal yang bagus untuk membuka peluang meraih gelar lainnya," ujar Van Gastel. (iza/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja