JOGJA - Kejutan besar datang dari PSIM Jogja menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027.
Bukan soal perburuan pemain bintang atau pemusatan latihan di luar daerah, Laskar Mataram dikabarkan menjalin kerja sama dengan raksasa apparel asal Jerman, Adidas, sebagai penyedia jubah perang untuk mengarungi musim depan.
Baca Juga: Dua Pria Diduga Curi Motor Sempat Dimassa Warga Ngrajek Mungkid, Polisi Dalami Motif dan Bukti
Langkah ini jelas menjadi magnet perhatian. Bagaimana tidak, di saat mayoritas klub Liga Indonesia mulai nyaman beralih ke apparel lokal atau memproduksi self-apparel, PSIM justru melompat jauh dengan menggandeng salah satu merek paling ikonis di dunia olahraga.
Tiga garis khas Adidas dipastikan akan melekat di dada anak-anak Jogja.
Meski detail desain jersi masih disimpan rapat-rapat di dalam lemari taktik manajemen, bocoran yang diterima Radar Jogja menyebutkan Adidas akan membawa perpaduan desain yang ciamik.
Warna biru kebesaran PSIM tetap menjadi panglima, namun akan diberi sentuhan modern khas Eropa tanpa menanggalkan identitas budaya Jogjakarta.
Baca Juga: Pemkab Magelang Dorong Uji Tera Pertashop untuk Lindungi Konsumen dari Takaran BBM Tak Akurat
Menanggapi hal ini, General Manajer (GM) PSIM Steven Sunny Salvatore masih enggan berbicara banyak. Ia hanya meminta kepada publik sepak bola Jogja agar bersabar dalam menantikan pengumuman resminya. "Nanti ditunggu saja," ucapnya, Kamis (18/6).
Jika memang PSIM sepakat dengan Adidas, hal itu menjadi angin segar bagi publik sepak bola Jogja.
Sebab, kehadiran Adidas tentu membawa gaya tersendiri untuk Brajamusti dan The Maident.
Apalagi, kerja sama itu juga diprediksi bakal mendongkrak nilai pasar klub secara signifikan.
Penjualan jersey orisinal dipastikan akan menjadi komoditas panas, meskipun tantangan klasik seperti peredaran jersey bajakan sudah mengintai di depan mata. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun