JOGJA – Wacana pembangunan sirkuit permanen untuk memfasilitasi pebalap lokal DIJ mulai mengerucut. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ menyebut wilayah sekitar kawasan Candi Ratu Boko, Prambanan, Sleman yang akan dimanfaatkan.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) KONI DIJ Wesley Heince Parera Tauntu mengatakan, saat ini sudah ada langkah maju terkait penyediaan lahan untuk fasilitas tersebut.
Rencana pembangunan sirkuit balap permanen di DIJ itu bakal berlokasi di kawasan Ratu Boko, Prambanan, Sleman. "Informasi yang kita dapat ini sudah ada tempat yang sudah disiapkan," katanya, Rabu (10/6).
Wesley mengatakan, kabar baik tersebut sebenarnya didapatkan KONI DIJ saat menghadiri agenda pertemuan dan syawalan bersama jajaran pengurus Pengda Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIJ beberapa waktu lalu.
Dalam momentum tersebut, terungkap bahwa lokasi di kawasan Sleman timur itu tengah dipersiapkan untuk menjadi wadah bagi para pbalap lokal Bumi Mataram. "Ya mudah-mudahan ini bisa terealisasi cepat," tegasnya.
Oleh karena itu, lanjut Wesley, KONI DIJ berharap adanya dukungan dari semua pihak, terutama dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ dan semua pihak yang terkait untuk merealisasikan sirkuit tersebut.
Mengingat saat ini sudah ada pembalap di Jogjakarta yang telah tampil di ajang Internasional. "Harapannya memang perlu dukungan dari semua pihak untuk bisa merealisasikan sirkuit yang permanen untuk teman-teman balap di DIJ," tegasnya.
Di sisi lain, disinggung mengenai proyeksi skuad balap motor DIJ menuju PON XXI NTT-NTB mendatang, KONI DIJ mengaku masih terus memantau perkembangan fisik dan administrasi para atlet, khusus untuk pembalap level internasional seperti Veda Ega dan Kiandra Ramadhipa.
"Kami masih melihat perkembangan dan terus berkoordinasi dengan Pengda IMI serta pihak terkait. Karena biar bagaimana, mereka juga terikat satu kontrak di dalam menjalankan balapnya," bebernya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo