Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Derby tanpa Penonton seperti Latihan, Pemkab Sleman  dan Pemkot Jogja Sudah Rembukan soal Pertemuan PSIM dan PSS di Musim Depan

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 5 Juni 2026 | 21:44 WIB
DAMAI: Para suporter dari berbagai tim sepak bola sepakat damai dan terus mendukung sepak bola Indonesia (4/10/2022). (dokumentasi radar jogja)
DAMAI: Para suporter dari berbagai tim sepak bola sepakat damai dan terus mendukung sepak bola Indonesia (4/10/2022). (dokumentasi radar jogja)

 

JOGJA - Laga bertajuk Derby DIJ yang mempertemukan PSIM Jogja dan PSS Sleman di kompetisi Super League musim 2026/2027 nanti, dipastikan bakal berlangsung lebih hidup. Sebab, saat ini Pemkot Jogja dan Pemkab Sleman tengah intensif berkoordinasi agar laga sarat gengsi itu dapat dinikmati langsung oleh penonton di stadion.


Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan mengatakan, Pemkot Jogja sejauh ini tidak tinggal diam dalam mengupayakan agar laga Derby DIJ itu bisa dihadiri oleh suporter kedua tim.  "Sampun (sudah). Sudah kami tata. Sudah rembukan (berdiskusi). Nanti insya Allah PSIM sama PSS aman," katanya, Jumat (5/6).

Baca Juga: PSIM Jogja Resmi Perpanjang Kontrak Kiper Cahya Supriadi 


Bukan tanpa alasan Wawan mengatakan hal itu. Sebab, menurutnya, dengan tata kelola pertandingan yang matang, ketakutan-ketakutan masa lalu terkait rivalitas suporter bisa diredam. Apalagi, lanjut Wawan, bagi Pemkot Jogja, kembalinya penonton ke stadion di laga Derby DIJ bukan sekadar soal gengsi.


Akan tetapi hal itu diharapkan dapat menumbuhkan kemenangan bersama bagi ekosistem sepak bola di DIJ.  "Bagaimana pun kami toto (tata). Ini kami tujuannya pengen menang semuanya. Nanti pokoknya kami sudah rembukan sama Pak Bupati untuk bagaimana kami bisa nonton nyaman dan aman," cetusnya. 

Baca Juga: Antar PSS Sleman Kembali ke Kasta Tertinggi, Posisi Manajer Kim Jeffrey Masih Tanda Tanya


Di sisi lain, Bupati Sleman Harda Kiswaya menilai sepak bola tanpa kehadiran suporter di tribun itu seperti sayur tanpa garam. Terlebih, laga yang mempertemukan Laskar Mataram dan Super Elang Jawa merupakan salah satu magnet sepak bola terbesar di tanah air. "Iya lah, derby kok tanpa penonton tidak seru, seperti latihan," tegasnya. 


Olah karena itu, saat ini Harda meminta kepada pihak kepolisian kepolisian untuk mulai mengevaluasi kebijakan terkait pembatasan kuota penonton. Sebab, menurutnya, aspek finansial klub itu sangat bergantung pada kehadiran penonton. 


Pihaknya menilai jika saat ini suporter kedua tim sudah lebih dewasa. "Karena apa pun PSS juga perlu pemasukan, dan alhamdulillah sangat-sangat bersyukur, suporter Sleman ini, BCS, Slemania, dan yang di luar itu pun, jenengan bisa lihat sendiri. Nah itu menunjukkan kecintaannya pada PSS ini," tuturnya. 

Baca Juga: Perda KTR Melunak, Pemkab Kulon Progo Gandeng Sponsor Rokok Untuk Acara Hiburan


Tak hanya itu, Harda juga berharap sinergi antara Pemkab Sleman, Pemkot Jogja, dan pihak kepolisian bisa melahirkan regulasi pertandingan yang ideal. Targetnya jelas, izin laga dengan kapasitas penuh di stadion.


"Kami harap nanti Polres tidak ragu-ragu lagi mengeluarkan izin dengan kapasitas penuh. Saya berharap seperti itu," tandasnya. (ayu/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pemkot jogja wfh #Super Elang Jawa #derby dij #Laskar Mataram #PSIM Jogja