JOGJA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ menggelar test screening cedera dan psikologi atlet bagi para atlet pemusatan latihan daerah (Puslatda), Jumat (5/6) di Kantor KONI DIJ.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan jangka panjang menuju PON XXII Tahun 2028 di NTT, NTB, dan DKI Jakarta.
Kepala bidang (Kabid) Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI DIJ Wesley Heince Parera Tauntu mengatakan, Puslatda jangka panjang telah dimulai sejak Desember 2025 dengan memanggil atlet-atlet peraih medali emas dan perak di PON Aceh-Sumut 2024. Para atlet itu hingga kini terus menjalani program latihan secara berkelanjutan untuk PON 2028.
Oleh karena itu, pelaksanaan skrining cedera dan tes psikologi ini diadakan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi terkini para atlet, baik dari sisi fisik maupun mental.
Melalui tes psikologi, KONI ingin mengukur motivasi atlet serta mengidentifikasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi performa mereka selama menjalani program Puslatda.
Sementara itu, skrining cedera dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan atlet setelah menjalani latihan yang cukup intensif selama beberapa bulan terakhir.
Hasil pemeriksaan ini akan menjadi bahan evaluasi bagi KONI DIJ dalam menyusun langkah pembinaan dan pendampingan yang lebih tepat untuk mendukung peningkatan prestasi atlet.
"Dengan mengetahui kondisi atlet secara menyeluruh sejak awal, kami dapat mempersiapkan program pembinaan yang lebih baik sehingga atlet mampu mencapai performa terbaiknya menuju PON 2028," kata Wesley di sela-sela kegiatan.
Menurut Wesley, test screening cedera dan psikologi atlet ini dilakukan secara bertahap. Di tahap pertama ini, KONI DIJ baru menangani 33 atlet.
Lalu untuk tahap kedua nanti, ada sekitar 100 atlet yang akan melakukan tes tersebut.
"Jadi di tahun 2026 ini perkiraan kami, kami akan mem-Puslatda-kan atlet kurang lebih 150. Nah, tentunya dia berproses dan bertambah terus hingga pada tahun 2027 nanti sampai pada babak kualifikasi PON di tahun 2027," bebernya.
Disinggung mengenai hasil tes, Wesley menyebut hasil tes ini nanti tidak akan menjadi acuan untuk menyaring para atlet.
Baca Juga: Dua Pelaku PenganiayaPetugas TPR Parangtritis Berhasil Ditangkap di Sewon
Mengingat saat para atlet itu sudah menjalani Puslatda dan otomatis lolos menuju ke BK PON.
"Tentunya yang lolos PON nanti berdasarkan kriteria yang sudah kita rumuskan. Nah, KONI DIJ sendiri sudah merumuskan kriteria atlet lolos PON itu," tuturnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun