SLEMAN - Pemkab Sleman mengusulkan agar Stadion Tridadi untuk direnovasi. Itu dilakukan untuk memfasilitasi para atlet lokal di Bumi Sembada supaya bisa terus mengukir prestasi gemilang. Sehingga tak perlu ke Stadion Mandala Krida.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, rencana renovasi tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mengapresiasi dan mendukung ekosistem olahraga di Sleman. Mengingat, selama ini para atlet asal Sleman kerap menyumbang prestasi yang membanggakan, meski sarana latihan masih terbatas.
"Kebetulan atlet-atlet kami sekarang ini amat sangat membanggakan. Pemerintah hadir agar tempat latihan itu harus tersedia di Sleman, jadi tidak usah jauh-jauh lagi ke Mandala Krida," ucap Harda, Rabu (27/5) sore.
Baca Juga: Masyarakat Kebumen Gelar Salat Id di Alun-Alun Pancasila dan Masjid Agung Kauman secara Bersamaan
Keseriusan Pemkab Sleman untuk merenovasi Stadion Tridadi itu tidak main-main. Sebab Harda mengatakan jika saat ini dokumen detail engineering design (DED) untuk proyek wajah baru dipastikan sudah rampung.
Harda mengaku sudah bergerak cepat dengan menyambangi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta guna melobi kucuran dana dari pusat. "Kemarin sudah sowan, silaturahmi ke Kementerian PU dan disambut baik," bebernya.
Meski demikian, untuk merealisasikan renovasi tersebut, Harda mengatakan jika Kementerian PU memberikan satu syarat mutlak sebelum lampu hijau dinyalakan. Proyek ini harus mengantongi rekomendasi resmi dari kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora). "Mudah-mudahan nanti kami bisa mendapatkan rekomendasi tersebut," tegasnya.
Disinggung mengenai rencana desain, Harda menyebut jika Stadion Tridadi nanti akan memprioritaskan fungsi atletik. Lalu untuk lapangan sepak bola di bagian tengah tetap dipertahankan, namun statusnya akan digeser bukan lagi untuk menggelar pertandingan resmi, tapi untuk latihan-latihan. Sehingga siapa pun nanti boleh memakai stadion baru tersebut.
Menariknya, stadion ini juga direncanakan bakal dilengkapi dengan fasilitas lampu penerangan di sekeliling area olahraga. Mengingat selama ini di Sleman hanya Maguwoharjo International Stadium (MagIS) saja yang memiliki fasilitas lampu malam yang mumpuni.
Terkait kebutuhan dana, Harda menaksir proyek renovasi ini diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp 45 miliar sampai Rp 50-an miliar. "Saya senang Kementerian PU oke, asal Kementerian Olahraga juga oke. Mungkin ini nanti di anggaran 2027. APBN 2027. Karena ini kan sekarang sudah paruh tahun," jelasnya.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sleman, Haris Sutarta menilai langkah Pemkab Sleman untuk melakukan renovasi Stadion Tridadi ini menjadi angin segar bagi pemenuhan sarana dan prasarana olahraga yang selama ini masih compang-camping
"Tanggapan kami tentunya sangat senang. Karena cabor-cabor prasarana-prasarananya masih ada yang kurang, ada yang belum tersedia," bebernya
Lebih lanjut, Haris juga mengatakan jika kehadiran stadion baru bertaraf nasional itu nanti tidak hanya akan mendongkrak performa atlet, melainkan juga berimbas positif pada sektor ekonomi masyarakat sekitar melalui konsep sport tourism.
"Sebab kalau event atletik itu bisa terselenggara di sini, pesertanya itu biasanya banyak sekali. Sehingga secara ekonomi juga pasti akan membawa manfaat luas untuk masyarakat Sleman," tandasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo