JOGJA - Lima atlet padel DIJ dinyatakan lolos dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).
Kepastian ini disampaikan langsung Ketua Umum Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Pusat Galih Dimuntur Kartasasmita saat berkunjung di Jogja pada event FIP Bronze 2026, Minggu (24/5) siang.
"Ada lima pemain dari Jogja, itu adalah kebanggaan kami.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Jasa Juleha Mulai Banyak Dipesan Masyarakat
Saya punya kepercayaan diri kepada para atlet bisa membawa nama Indonesia ke kancah Internasional," katanya.
Menurut Galih, kelima atlet DIJ nanti akan diproyeksikan menuju kompetisi internasional yang sudah menanti di depan mata.
Mulai Asian Games 2026 hingga kualifikasi Piala Dunia.
Baca Juga: Bukan Sekadar Bela Diri, Tarung Derajat Purwa Wiratama sebagai Wadah Karakter Generasi Muda
Maka dari itu, saat ini PBPI Pusat telah menunjuk manajer dan pelatih utama Timnas baru yakni Denise Hoefer dari Jerman dan Ari Moya dari Spanyol.
Penunjukan ini dilakukan demi mendongkrak prestasi Indonesia ke level dunia.
"Di Jogja sendiri, terakhir saya ke sana baru ada satu, sekarang sudah 14 klub.
Tapi tanpa bimbingan dan pelatihan yang betul, tidak ada gunanya. Ini hanya akan tetap menjadi olahraga rekreasi saja," cetusnya.
Sementara itu, Ketum Pengda PBPI DIJ RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo bangga atas masuknya lima atlet asal Jogjakarta ke dalam bidikan Pelatnas.
Meski begitu, cucu Sultan HB X ini tetap enggan jemawa, mengingat ada tantangan di level elite, khususnya sektor putra, masih sangat berat dan kompetitif.
Baca Juga: Super League Musim 2026/2027 Dipastikan Mulai September, PSS Sleman Agendakan Latihan Awal Juli
Apalagi, dari pemantauan terakhir di ajang seleksi, salah satu srikandi padel DIJ Novela Putria menjadi salah satu andalan yang sukses menembus babak final di sektor putri.
""Terbukti di FIP Bronze 2026 ini kami (sektor putra) tidak ada yang lolos, kecuali yang di perempuan melalui Novela Putria," bebernya.
Maka dari itu, untuk menyiasati hal ini Marrel mengaku jika saat ini pihaknya tengah menyusun strategi jangka panjang.
Pengda PBPI DIJ berencana merangkul para pemilik venue untuk memperkuat sistem pembinaan usia dini maupun senior.
"Pembinaan itu penugasannya harus beriringan dengan club owner. Tidak bisa kami berdiri sendiri-sendiri, kecuali nanti ketika sudah menjelang PON.
Kami harapkan klub-klub bisa berjalan bersama seperti halnya klub bulu tangkis PB Djarum," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun