JOGJA – DIJ mencetak sejarah baru dengan menggelar turnamen padel internasional bertajuk FIP Bronze 2026. Kompetisi yang berlangsung pada 18 hingga 24 Mei 2026 ini tidak tanggung-tanggung langsung memecahkan rekor sebagai turnamen dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaannya di level Asia.
Ketua Umum Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) DIJ, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo menjelaskan, turnamen FIP Bronze 2026 di Jogja ini merupakan salah satu dari empat slot yang berhasil diamankan Indonesia langsung dari International Padel Federation (FIP) induk organisasi padel dunia.
Jogja mendapatkan salah satu slot itu dan ini menjadi yang pertama di Indonesia.
"Pendaftarnya mencatatkan rekor. Baik dari mancanegara maupun dalam negeri, total ada sekitar 200 lebih peserta sampai masuk waitlist," jelasnya, Jumat (22/5) usai pembukaan turnamen.
Dalam turnamen kali ini ada pemain asal Arab Saudi yang rela terbang ke Jogja demi mengantre di daftar waitlist, mereka berharap ada peserta lain yang batal tampil agar dirinya bisa merangsek masuk ke babak kualifikasi.
Cucu Sri Sultan Hamengku Buwono X ini mengatakan, turnamen ini menjadi ajang pembuktian padel bukan lagi olahraga yang eksklusif atau sekadar rekreasi sosial. Sebab, lewat kompetisi ini, masyarakat disuguhi tontonan gratis bagaimana para atlet merintis karier dari nol menuju jenjang profesional yang serius.
"Para penonton bisa langsung datang secara gratis untuk menonton pertandingan," lontarnya. Wakil Ketua Umum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ, Rumpis Agus Sudarko menyebut bahwa perkembangan cabang olahraga (cabor) padel di Jogja tergolong sangat masif dan melesat bak meteor. Sebab padel yang baru saja resmi ditetapkan sebagai anggota KONI DIJ yang ke-61 pada tahun ini.
Pada rapat kerja daerah (Rakerda) KONI DIJ Februari 2026 lalu, baru tercatat ada 35 lapangan (padel corps) di DIJ. Namun per Mei ini, jumlahnya sudah melonjak tajam menjadi 40 lapangan. "Jumlah ini pasti akan terus bertambah," tuturnya.
Berdasarkan hasil Rakernas dan Musorlub KONI Indonesia pada 1 Mei lalu, cabor padel telah resmi ditetapkan untuk dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional mendatang di Nusa Tenggara Barat."Tentu saja, kami mengharapkan atlet padel DIJ tidak cuma jago di kandang, tapi bisa ikut bergabung membela Indonesia di ajang Asian Games di Nagoya, Jepang nanti," bebernya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo