JOGJA - Pemilihan Presiden Brajamusti dalam Musyawarah Anggota (Musta) VI dipastikan akan diramaikan dua kandidat, Heppy Alhasni (Umar) dan RM Satrio Wijayanto (Dodok). Kepastian ini didapat setelah keduanya resmi mendapatkan nomor urut dalam agenda Deklarasi Damai dan Pengambilan Nomor Urut Calon Presiden Brajamusti di Wisma Soeratin, Senin (18/5) malam.
Dalam pengundian nomor urut itu, Heppy Alhasni mendapatkan nomor urut 1, sementara RM Satrio Wijayanto memperoleh nomor urut 2. Kedua kandidat juga disebut memiliki komitmen yang sama untuk menjaga persaudaraan suporter dan merawat semangat Mataram is Love.
Sekjen Brajamusti Nico Angga Ari mengatakan, kedua sosok yang maju ini memiliki karakter pribadi yang kuat dan kecintaan yang tidak perlu diragukan lagi terhadap PSIM Jogja maupun Brajamusti. Apalagi keduanya saat ini berstatus sebagai anggota DPP Brajamusti.
"Sebenarnya panitia berharap ada persaingan dari luar struktur DPP. Namun hingga batas waktu, hanya dua kader ini yang mengembalikan berkas pendaftaran," jelasnya di sela pengambilan nomor urut.
Baca Juga: Laga PSIM Jogja Melawan Arema FC Maju Satu Hari Menjadi Jumat Sore di Stadion Kanjuruhan Malang
Oleh karena itu, Nico berharap kepada seluruh laskar di dalam naungan Brajamusti untuk mendukung kedua kandidat secara baik. Sebab, apapun yang terjadi nanti, harapannya tidak ada perpecahan setelah Musta.
Apalagi, lanjut Nico, sebagai wadah suporter tertua di DIY, Brajamusti memiliki basis massa yang masif dan tersebar di Jogja, Bantul, Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo, hingga luar daerah seperti Purworejo, Klaten, Magelang, Jakarta, dan Bali.
"Ada 177 laskar yang siap meramaikan Musta VI sekaligus pemilihan presiden. Kami semua tetap saudara. Brajamusti ini bukan sekadar kelompok suporter, tapi juga daya tarik bagi DIJ dan tentunya menjadi nyawa bagi PSIM," tegasnya.
Sementara Ketua Tim Musta VI Brajamusti Rendra Suyanto menjelaskan, pelaksanaan Musta kali ini berbeda dibanding sebelumnya. Panitia tidak membuka pendaftaran laskar baru, melainkan melakukan registrasi ulang terhadap laskar yang sudah ada.
"Kami menjalankan registrasi ulang karena sebelumnya sudah diagendakan DPP Brajamusti pada 2022/2023. Ini untuk menanggulangi adanya laskar fiktif," tuturnya.
Baca Juga: Aktivis JCW Gelar Teaterikal di Stadion Mandala Krida: Pertanyakan Nasib Kandang PSIM Jogja
Selain itu, Rendra menjelaskan mundurnya jadwal Musta hingga 2026 dan baru digelar pasca-kompetisi usai karena mundurnya jadwal kompetisi pasca-pandemi Covid-19. Kemudian disusul oleh tahun politik, sehingga izin keramaian dari kepolisian sempat sulit didapatkan.
"Maka dari itu, momen setelah kompetisi selesai di tahun ini adalah waktu yang paling tepat untuk menggelar Musta. Sejauh ini, rangkaian tahapan sudah berjalan 60 persen. Terima kasih kepada teman-teman laskar yang sudah respect terhadap organisasi," cetusnya.
Tak hanya itu, Rendra pun juga menitipkan pesan mendalam bagi presiden terpilih nantinya untuk selalu menjaga marwah organisasi, menyusun program kerja yang amanah, dan tetap tegak lurus memegang AD/ART Brajamusti.
"Saya berharap Brajamusti ke depan tidak melulu hanya mengurusi sepak bola. Karena mendukung PSIM itu bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kewajiban bagi kami. Brajamusti harus berbenah agar kehadirannya bisa semakin bermanfaat secara sosial bagi masyarakat Jogja dan DIJ," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja