Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masih Terkendala Krisis Finansial, PSBS Biak Terpaksa Andalkan Pemain Akademi di Sisa Kompetisi

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 19 Mei 2026 | 19:23 WIB
Pemain muda dari Akademi PSBS Biak saat menghadapi Arema FC  di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Jumat (15/5/2026) lalu. (Dok. PSBS Biak)
Pemain muda dari Akademi PSBS Biak saat menghadapi Arema FC  di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Jumat (15/5/2026) lalu. (Dok. PSBS Biak)

 

 

SLEMAN - Badai krisis tampaknya benar-benar belum beranjak dari internal PSBS Biak di sisa kompetisi Super League musim 2025/2026. Sebab, keputusan tim berjuluk Badai Pasifik itu untuk menerjunkan gerombolan pemain akademi saat bersua Arema FC di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Jumat (15/5) lalu, memantik pertanyaan besar bagi para pecinta sepak bola Indonesia. 


Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Jogja, terkuak langkah ekstrem itu diduga kuat bukan sekadar rotasi biasa atau taktik penyegaran tim belaka. Melainkan imbas dari mogoknya para pilar senior akibat hak-hak finansial atau gaji yang tak kunjung ditunaikan oleh pihak manajemen klub.

Baca Juga: Caretaker PSBS Biak Kahudi Wahyu Widodo Sebut Pemain asal Brasil Luquinhas Cocok Merapat ke Sleman 


Akibat hal ini, situasi ruang ganti PSBS Biak memang masih tidak baik-baik saja. Hak para pemain senior disebut-sebut belum dipenuhi hingga saat ini, padahal mereka sempat menunjukkan itikad profesional dengan tetap merumput di laga-laga sebelumnya, seperti saat meladeni Dewa United.


​"Pemain-pemain lain (senior) kan jelas waktu itu menanyakan haknya, dan sampai sekarang haknya tidak dipenuhi. Ya, mungkin itu salah satu penyebabnya kenapa sekarang pemain akademi yang turun," ungkap sumber terpercaya Radar Jogja di PSBS Biak. 

Baca Juga: Tampil Konsisten namun Kontrak Segera Habis, Masa Depan Franco Ramos di PSIM Jogja Masih Tanda Tanya 


​Sikap bungkam dan mundurnya para pemain senior dari lapangan hijau ini diduga membuat tim kepelatihan dan manajemen memutar otak demi bisa menyelesaikan sisa kompetisi. Apalagi saat ini PSBS sendiri sudah dipastikan terdegradasi ke kasta kedua musim depan. 


Kebijakan mengorbitkan pemain muda pun diambil sebagai langkah darurat sekaligus investasi jangka panjang. "Setahu saya, head coach bilang dia sudah mau berpikir untuk Liga 2. Dia memang suka dan senang memberikan kesempatan untuk pemain-pemain muda. Karena sudah dipastikan degradasi, jadi dia berpikir untuk musim depan di Liga 2," cetusnya. 

Baca Juga: Tiga Pemain Diisukan Masuk Radar PSS Sleman; Manajemen Sebut Belum Ada Kontak Sama Sekali


​Meski begitu, sumber ini menyayangkan jika kendala non-teknis seperti mandeknya hak finansial harus mengorbankan performa tim di sisa kompetisi kasta tertinggi. Menurutnya, urusan kontrak kerja adalah koridor profesionalisme yang krusial. 


​"Dasarnya simpel aja, profesionalisme. Kalau secara materi saat ini memang belum dipenuhi, tapi pemain kan masih punya masa depan," jelasnya. 


Sementara, Pelatih PSBS Biak Marian Mihail mengaku tetap memikirkan pembangunan tim untuk musim depan. Sebab, menurutnya, hal itu bakal menjalankan proyek jangka panjang kendati diterpa banyak persoalan.

Baca Juga: Jelang Derby DIY Musim Depan, Direktur PSIM Jogja dan PSS Sleman Ingin Momentum Itu Jadi Mataram Islah


Maka dari itu, pelatih asal Rumania ini mulai memberikan kesempatan kepada pemain akademi dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk saat melawan Arema FC pekan lalu.
"Untuk saat ini semuanya berjalan baik. Kami telah melakukan upaya, kami mendatangkan 15 pemain dari akademi untuk dua pertandingan terakhir ini," bebernya. 


Bukan tanpa alasan Mihail mengatakan hal itu. Sebab, mantan pelatih PSS Sleman ini ingin melihat kemampuan para pemain muda untuk tahun depan. Dari sudut pandangnya, ia mengaku sangat optimistis, karena timnya memiliki fondasi inti yang memungkinkan untuk membangun tim dengan semangat yang baik dan di atas dasar yang sangat sehat. 

Baca Juga: PSS Sleman Bakal Bangun Training Ground Mandiri, Fasilitas Lengkap dengan Tiga Lapangan Sepak Bola


 "Kami terinspirasi oleh pekerjaan PSS, karena mereka telah bekerja dengan baik. Mereka bangkit kembali dengan para pemain muda dengan fondasi inti yang baik. Saya juga mengucapkan selamat kepada mereka atas contohnya bagi Biak, demi masa depan kami," cetusnya. 


Di sisi lain, manajemen PSBS Biak belum memberikan jawaban pasti terkait hal itu. Radar Jogja sudah mencoba menghubungi manajer tim Alex Yarangga tapi belum mendapatkan jawaban. (ayu/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#stadion sultan agung #sepak bola indonesia #manajemen klub #Krusial #psbs biak