Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Suporter Gaungkan Kerinduan Pulang ke Mandala Krida, Wali Kota Hasto Wardoyo Sebut Status Hukum Stadion Mandala Krida Mulai Menemui Titik Terang

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 17 Mei 2026 | 22:16 WIB
SELEBRASI: Pemain PSIM Jogja Ezequiel Vidal saat melawan Madura United di Stadion Sultan Agung (SSA) Minggu (18/5/2026). (ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)
SELEBRASI: Pemain PSIM Jogja Ezequiel Vidal saat melawan Madura United di Stadion Sultan Agung (SSA) Minggu (18/5/2026). (ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)

 

BANTUL - Kerinduan mendalam suporter PSIM Jogja untuk menyaksikan Laskar Mataram kembali berlaga di rumah sendiri Stadion Mandala Krida, bergemuruh di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (17/5/2026) malam. Di sela-sela laga sengit kontra Madura United, aspirasi itu sampai langsung ke telinga Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo yang juga menonton secara langsung pertandingan itu. 


Merespons suara lantang para suporter, Hasto mengaku sangat memahami ikatan batin yang kuat antara PSIM Jogja dan stadion bersejarah tersebut. "Saya paham bahwa marwah kami (PSIM) itu Mandala Krida, dan saya senang karena artinya Mandala Krida masih ada di hati (suporter). Bagi saya, saya senang. Sebagai orang Jogja, saya ikut mendukung," ujarnya. 

Baca Juga: PSIM Jogja Taklukkan Madura United, Asa Rival Mataram Persis Solo untuk Bertahan di Super League Tetap Hidup


Hasto mengatakan nasib Stadion Mandala Krida kini menemui titik terang, setelah sekian lama terkendala status bangunan yang menjadi objek perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Saya mendapat kabar baik bahwa proses yang terkait dengan masalah hukum untuk fisik sudah ada titik terang. Sehingga harapan saya bisa lebih dipercepat pembangunan sarana itu," jelasnya. 


Ketika didesak lebih jauh mengenai maksud titik terang tersebut, Hasto menjelaskan status hukum bangunan stadion kini sudah lebih fleksibel untuk disentuh perbaikan.


"Kalau dulu kan gedung atau bangunan itu masih menjadi barang bukti bagi KPK yang tidak boleh diubah-ubah. Kalau sekarang saya dengar sudah bisa dilakukan, katakanlah seperti rekonstruksi atau mungkin perbaikan di sana-sini karena sudah tidak disita sebagai barang bukti," ungkapnya. 

Baca Juga: PSIM Jogja Tutup Laga Kandang Musim Ini dengan Kemenangan 2-1 atas Madura United FC di  SSA Bantul


Tak hanya itu saja, Hasto juga menekankan jika salah satu syarat mutlak agar Mandala Krida bisa lolos verifikasi menggelar laga malam hari adalah ketersediaan lampu stadion. Oleh karena itu, Pemkot Jogja akan berkomitmen untuk mengupayakan pengadaan lampu sesegera mungkin.


"Saya tetap sama. Jadi kalau seandainya lampu itu bisa terpisah dengan gedung, saya akan berusaha untuk bagaimana lampu bisa diwujudkan yang tidak harus bersentuhan dengan bangunan," tegasnya.

Baca Juga: Dari Stadion ke Ketidakpercayaan: Suporter PSIM Kritik Keras Kasus Korupsi Stadion Mandala Krida Jogja


Ditanya mengenai dokumen bangunan yang sempat ketlingsut dan menghambat kajian teknis dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Hasto mengaku akan mengkajinya lebih dalam. Namun, fokus utamanya saat ini adalah meloloskan urusan lampu terlebih dahulu.


"Ya kalau itu kan bangunan, ya. Kalau bangunan nanti saya akan kaji. Tapi kalau saya berharap khusus lampu itu terpisah dari itulah," lontarnya. (ayu/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Mandala Krida #PSIM #stadion #Suporter #pemkot