Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ban Kapten dan Bukti di Lapangan, Franco Ramos Jadi Salah Satu Kunci Stabilitas PSIM Jogja

Fahmi Fahriza • Kamis, 14 Mei 2026 | 21:25 WIB
Pemain PSIM Jogja asal Argentina Franco Ramos Mingo
Pemain PSIM Jogja asal Argentina Franco Ramos Mingo

 

 JOGJA - Musim pertama Franco Ramos Mingo di sepak bola Indonesia bersama PSIM Jogja berkembang jauh melampaui ekspektasi awal. Tak hanya tampil konsisten di lapangan, bek asal Argentina itu juga menjelma menjadi figur kepemimpinan di dalam tim.

Didatangkan sebagai pemain asing, Franco langsung dipercaya sebagai kapten kedua di skuad. Dalam beberapa pertandingan terakhir, ia bahkan rutin mengenakan ban kapten utama, menyusul kapten resmi tim, Reva Adi Utama, yang lebih sering berada di bangku cadangan.

Peran itu sejalan kontribusinya di lapangan. Dari 32 pertandingan yang telah dijalani PSIM di BRI Super League 2025/2026, Franco tampil dalam 28 laga dengan total 2.502 menit bermain. 

Ia juga mencatatkan 4 gol dan 1 assist, jadi angka yang menegaskan perannya bukan hanya sebagai penjaga lini belakang, tetapi juga ancaman dalam situasi bola mati.

Baca Juga: Van Gastel dan Pieter Huistra Kerap Bertemu Jelang Kembalinya Rivalitas PSIM Jogja dan PSS Sleman di Super League Musim Depan

Konsistensi menit bermain serta kontribusi ofensif tersebut memperlihatkan bahwa Franco bukan sekadar pelengkap, melainkan salah satu fondasi utama permainan tim.

Di sisi lain, Franco mengakui proses adaptasinya di Indonesia berjalan relatif mulus. Faktor lingkungan menjadi salah satu kunci utama keberhasilannya menyesuaikan diri.

"Semua di sini rasanya sangat baik. Saya sangat senang. Orang-orang sangat ramah, cuacanya luar biasa," ujarnya, Kamis (14/5).

Meski demikian, ia tetap melihat adanya perbedaan signifikan antara gaya bermain di Indonesia dan negara asalnya, Argentina. Perbedaan yang justru membantu menjelaskan cepatnya ia mengambil peran penting di tim.

"Di Argentina menurut saya lebih ketat, semua orang banyak berlari, sangat banyak gesekan fisik. Jadi, saya rasa itu perbedaannya," jelasnya.

Baca Juga: Usai Absen Tujuh Laga, Rahmatsho Rahmatzoda Pulih dari Cedera dan Siap Comeback Bersama PSIM Jogja

Pernyataan itu memberi gambaran bahwa Franco datang dari lingkungan kompetisi dengan intensitas lebih tinggi, yang kemudian memudahkannya beradaptasi. Bahkan tampil dominan di Indonesia, tanpa mengurangi penilaiannya terhadap kualitas liga.

"Sejauh ini saya rasa Indonesia memiliki liga yang sangat kompetitif, banyak pemain bagus dan berpengalaman," tambahnya.

Dengan kombinasi performa solid, kontribusi nyata, serta kepercayaan sebagai pemimpin tim, Franco kini bukan hanya sukses beradaptasi. Ia telah menjadi salah satu pusat gravitasi permainan sekaligus figur otoritas baru di skuad PSIM.

"Target tim sudah tercapai untuk tidak terdegradasi. Kami akan selesaikan musim ini dengan hasil sebaik mungkin," tandasnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Reva Adi Utama #Super League #Franco Ramos Mingo #PSIM Jogja