Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Van Gastel dan Pieter Huistra Kerap Bertemu Jelang Kembalinya Rivalitas PSIM Jogja dan PSS Sleman di Super League Musim Depan

Fahmi Fahriza • Kamis, 14 Mei 2026 | 21:21 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 

JOGJA - Rivalitas antara PSIM Jogja dan PSS Sleman akan kembali tersaji setelah cukup lama absen di kompetisi resmi. Terakhir kali kedua tim bertemu pada ajang Liga 2 musim 2018 lalu.

Musim depan, secara resmi kedua tim asal DIY itu akan sama-sama berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League musim 2026/2027.

Sebelum itu, tensi tinggi kerap mewarnai pertemuan keduanya, baik di dalam maupun luar lapangan. Derby ini dikenal bukan sekadar pertandingan, tetapi juga sarat emosi dan gengsi.

Kini, setelah bertahun-tahun, rivalitas itu hadir dalam wajah yang sedikit berbeda. Momentum Mataram Islah mulai meredakan ketegangan, sementara di pinggir lapangan muncul cerita yang tak kalah menarik, yakni duel dua pelatih asal Belanda yang justru saling mengenal dekat. Mereka adalah Jean Paul van Gastel dan Pieter Huistra.

Baca Juga: Usai Absen Tujuh Laga, Rahmatsho Rahmatzoda Pulih dari Cedera dan Siap Comeback Bersama PSIM Jogja

 Pelatih PSIM Van Gastel mengungkapkan, selama hampir satu tahun ini di Indonesia ia cukup sering bertemu dengan Huistra yang merupakan koleganya, yang sama-sama datang dari negeri kincir angin. Termasuk baru-baru ini, Van Gastel mengaku baru bertemu dengan Huistra dalam suasana santai, jauh dari atmosfer panas derby.

"Saya bertemu Pieter Huistra, minggu lalu kami sempat minum kopi bersama. Hanya ngobrol biasa," ujar Van Gastel kepada Radar Jogja, Kamis (14/5).

Pertemuan itu diakuinya lebih banyak membahas hal-hal santai dan informal. Tidak terpaku pada pembahasan taktik atau strategi menghadapi musim depan, melainkan sekadar percakapan ringan sebagai sesama pelatih.

"Kami bicara bagaimana semuanya berjalan dan apa yang mungkin terjadi ke depan," lanjutnya.

Huistra sendiri berperan penting dalam perjalanan PSS Sleman musim ini. Ia menjabat direktur teknik pada kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 dan turut membawa tim promosi ke kasta tertinggi, BRI Super League.

Musim depan, ia akan memimpin langsung tim sebagai pelatih kepala, berhadapan dengan Van Gastel.

Baca Juga: Unggul Head to Head, PSIM Jogja Incar Kemenangan di Laga Kandang Terakhir Kontra Madura United di SSA Bantul

Meski memiliki hubungan personal yang baik, Van Gastel menegaskan profesionalisme tetap menjadi batas yang tidak akan dilanggar ketika kompetisi dimulai. Ia juga menyebut rencana PSS untuk menambah pemain asing sebagai hal yang wajar dalam upaya memperkuat tim.

"Huistra bilang PSS akan mendatangkan lebih banyak pemain asing. Ya, itu hal yang logis," kata Van Gastel.

Dengan sejarah rivalitas yang panjang, jeda pertemuan yang cukup lama, serta hadirnya dua pelatih yang saling mengenal, duel PSIM dan PSS musim depan bukan hanya soal gengsi lama yang kembali dipanaskan.

"Derby ini di musim depan akan sangat menarik bagi para pecinta sepak bola di Jogja dan sekitarnya. Apalagi saya juga mengenal Huistra, menyenangkan rasanya," tandasnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Derby DIY #Van Gastel #Super League #pieter huistra #PSIM Jogja