Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Kantong Pribadi, Bek Laskar Mataram Yusaku Yamadera Ajak Para Pemain EPA PSIM U-16 Nonton di Stadion

Fahmi Fahriza • Selasa, 12 Mei 2026 | 20:32 WIB
Pemain PSIM Jogja Yusaku Yamadera. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Pemain PSIM Jogja Yusaku Yamadera. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 

 

JOGJA - Bek Laskar Mataram Yusaku Yamadera menghadirkan pengalaman berbeda bagi pemain muda PSIM di Elite Pro Academy (EPA) U-16.

Ia membelikan tiket dan mengajak mereka menyaksikan langsung pertandingan di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul.

Ini terinspirasi dari sistem pembinaan yang ia jalani di Jepang.

Baca Juga: DPRD Kota Jogja Akan Bahas Revisi Perda KTR Mulai Juni, Pembeli Rokok Minimal Berusia 21 Tahun

Inisiatif tersebut diwujudkan saat laga antara PSIM Jogja melawan Persita Tangerang, 30 April 2026 lalu. 

Dalam pertandingan itu, Yusaku membelikan tiket bagi sekitar 25 hingga 30 pemain EPA PSIM U-16 agar bisa merasakan atmosfer stadion secara langsung.

Pemain asal Jepang ini mengungkapkan, langkah itu berangkat dari pengalamannya saat menimba ilmu di akademi J.League.

Baca Juga: DPUPKP Bantul Akan Perbaiki Lima Jembatan yang Rusak, saat Ini Masih Dalam Proses Lelang  

Ia menilai, di Jepang kesempatan menonton pertandingan bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari proses pembelajaran pemain muda.

"Biasanya pemain akademi J-League mendapat tiket dari klub, tetapi mereka harus membersihkan stadion sebelum pertandingan dimulai," ujar Yusaku, Selasa (12/5).


Ia menambahkan, keterlibatan langsung dalam atmosfer pertandingan memberikan dampak besar bagi perkembangan pemain muda, baik dari sisi mental maupun pemahaman permainan.

"Kadang saya juga menjadi ball boy di stadion. Itu pengalaman yang sangat baik untuk karier saya karena bisa melihat langsung pemain profesional dan belajar bagaimana mereka bermain," katanya.

Berangkat dari pengalaman itu, Yusaku merasa penting menghadirkan kesempatan serupa bagi pemain muda di PSIM Jogja.

Baca Juga: Universitas Duta Bangsa Surakarta Persiapkan 331 Mahasiswa KKN-Tematik untuk Akselerasi Inovasi di Kabupaten Gunungkidul

 Ia mengaku tergerak setelah mengetahui bahwa pemain akademi harus membeli tiket sendiri untuk menonton pertandingan tim senior.

"Saya mendengar kalau mereka ingin menonton pertandingan, mereka harus beli tiket sendiri.

 Menurut saya itu kurang baik, jadi saya menyediakan tiket untuk mereka," tegasnya.

Baca Juga: Dugaan Pelecehan Berujung Pembunuhan, Pria di Magelang Hajar Rekan Kerja Tunangan hingga Tewas  

Langkah ini sekaligus menyoroti perbedaan pendekatan pembinaan usia muda antara Jepang dan Indonesia.

Jika di Jepang pengalaman menonton pertandingan menjadi bagian dari sistem yang terstruktur, di Indonesia praktik itu masih belum menjadi kebiasaan.
Secara pribadi, Yusaku berharap inisiatif ini tidak berhenti sebagai aksi satu kali, tetapi bisa berlanjut ke depan.

"Musim ini tim EPA sudah menyelesaikan kompetisi, jadi mungkin musim depan.

Kalau saya punya kesempatan, saya akan melakukannya lagi," ujarnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Yusaku Yamadera #EPA PSIM #PSIM Jogja