JOGJA - Musyawarah Anggota (Musta) VI Brajamusti dipastikan akan digelar 14 Juni 2026 di Balaikota Jogja. Hingga hari pertama pendaftaran, Senin (11/5), panitia menyebut persiapan telah berjalan dan memasuki tahap krusial.
Ketua Panitia Musta VI Brajamusti Rendra Suyanto menjelaskan, sistem yang digunakan kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya menggunakan pendaftaran laskar, kini panitia hanya melakukan registrasi berdasarkan data resmi sejak 2022.
"Kami memastikan tidak ada laskar fiktif. Semua yang terlibat adalah laskar yang sudah terdaftar resmi di DPP sejak 2022," ujar Rendra pada Radar Jogja kemarin.
Baca Juga: Ditinggal Razzi Taruna sebelum Kompetisi Usai, Van Gastel Soroti Dampaknya untuk PSIM Jogja
Saat ini tercatat 240 laskar yang tersebar di wilayah DIY hingga luar daerah telah masuk dalam daftar. Pada Musta nanti, setiap laskar akan diwakili dua orang delegasi, namun hanya memiliki satu hak suara dalam pemilihan Presiden Brajamusti.
Berbeda dari pemilihan organisasi pada umumnya, Musta VI tidak akan menyediakan agenda kampanye maupun penyampaian visi-misi secara resmi dari panitia Brajamusti.
Setelah pendaftaran calon presiden dibuka pada 11-15 Mei, dan diumumkan pada 18 Mei, tahapan langsung memasuki masa tenang.
"Kami tidak menjadwalkan kampanye terbuka. Setelah penetapan calon, langsung masa tenang. Silakan calon bergerak sendiri untuk bersilaturahmi dengan laskar," jelas Rendra.
Rendra menjelaskan, untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Brajamusti, kandidat wajib memenuhi sejumlah syarat. Termasuk tidak terlibat politik praktis serta memiliki dukungan minimal dari lima laskar.
"Yang penting punya komitmen menjaga organisasi dan didukung minimal lima laskar secara tertulis," tegasnya.
Baca Juga: Tak Bisa Berkandang di Rumah Sendiri, Suporter PSIM Jogja Sindir Korupsi Stadion Mandala Krida
Meski tahapan telah dimulai, panitia mengaku belum melihat sosok kandidat kuat yang mencuat ke permukaan. Kondisi ini berbeda dengan Musta sebelumnya yang biasanya sudah diramaikan figur-figur dominan sejak awal.
"Ini antara menarik dan mengkhawatirkan. Biasanya sudah ada sosok kuat, sekarang masih adem ayem," ungkap Rendra.
Rendra menekankan, Musta VI diharapkan menjadi titik balik bagi Brajamusti dalam beradaptasi dengan perubahan karakter suporter, khususnya generasi muda.
Menurutnya, pola dukungan kini semakin bergeser, tidak lagi terpusat pada laskar secara kolektif, tetapi lebih individual dan kasual. "Sekarang banyak yang datang ke stadion sendiri-sendiri. Bahkan ada yang lebih memilih nonton lewat streaming. Karakternya sudah berubah," katanya.
Ia berharap kepemimpinan baru mampu menjembatani perubahan tersebut sekaligus memperluas peran organisasi di masyarakat. "Kami ingin Brajamusti tidak hanya identik dengan sorak-sorai, tapi juga punya kegiatan sosial seperti rescue dan kegiatan kepemudaan lainnya," harapnya.
Di sisi lain, Presiden Brajamusti Muslich Burhanuddin atau yang akrab disapa Thole, menyambut positif pelaksanaan Musta VI. Ia mengakui bahwa agenda ini sempat tertunda, meski dorongan dari anggota sudah muncul sejak lama.
"Yang jelas saya pribadi senang dengan keinginan adik-adik. Seharusnya memang tahun kemarin sudah Musta, tapi tertunda," ujarnya.
Secara pribadi, Thole juga menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musta dan adanya pergantian kepengurusan. "Saya sangat-sangat mendukung untuk segera dilakukan Musta," tegasnya.
Musta sebelumnya terakhir digelar pada 2018. Penundaan Musta VI ini terjadi akibat kombinasi berbagai faktor, mulai dari pandemi Covid-19, situasi politik, hingga pertimbangan keamanan dari aparat.
Selain itu, jadwal kompetisi PSIM Jogja di BRI Super League yang padat juga menjadi kendala tersendiri dalam menentukan waktu pelaksanaan.
Dalam Musta kali ini, salah satu isu yang diperkirakan akan dibahas adalah revisi syarat minimal pembentukan laskar ke depannya. Saat ini, satu laskar hanya membutuhkan 15 anggota.
Rendra menilai angka tersebut terlalu kecil dan berpotensi memicu fragmentasi. "Ke depan mungkin perlu dinaikkan, misalnya jadi 50 anggota, supaya lebih solid dan mengurangi gesekan," tandas Rendra. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun