Mantan manajer tim PSIM Jogja Razzi Taruna. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel akhirnya buka suara dan memberikan komentarnya soal mundurnya manajer tim PSIM Jogja Razzi Taruna. Van Gastel mengakui adanya dampak internal setelah mundurnya Razzi, di tengah berlangsungnya kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Sebelumnya, mundurnya Razzi diumumkan secara mendadak melalui akun Instagram pribadinya usai laga melawan Persita Tangerang pada pekan ke-30, Kamis (30/4) lalu.
Keputusan itu mengejutkan karena diambil saat kompetisi masih menyisakan empat pertandingan penting. Dalam pernyataannya, Razzi menyinggung perjalanan hampir tiga tahun bersama PSIM, termasuk keberhasilan meraih gelar Liga 2 dan membawa tim promosi ke Liga 1.
Secara gamblang, Van Gastel menyebut kepergian Razzi meninggalkan kekosongan di dalam struktur tim, terutama dalam aspek teknis organisasi.
"Itu sulit untuk dikatakan. Razzi terlibat dalam promosi musim lalu dan dia pergi, saya juga tidak tahu alasan mengapa dia pergi," katanya, Minggu (10/5).
Baca Juga: Tak Bisa Berkandang di Rumah Sendiri, Suporter PSIM Jogja Sindir Korupsi Stadion Mandala Krida
Meski tidak mengetahui secara pasti alasan di balik keputusan tersebut, Van Gastel menegaskan peran Razzi sebelumnya cukup signifikan dalam sistem kerja tim.
"Ada celah atau kekosongan sekarang, karena dia terlibat dalam bagian teknis organisasi. Dan sekarang dia sudah pergi, jadi kita harus mengisi celah tersebut," ujarnya.
Lebih lanjut pelatih asal Belanda itu menilai kepergian seseorang dalam sebuah tim selalu menjadi situasi yang tidak ideal, terlebih jika sosok tersebut memiliki kontribusi penting.
"Katakanlah jika anda bekerja dengan orang-orang bersama, selalu disayangkan jika seseorang pergi, apa pun alasannya," bebernya.
Secara pribadi, Van Gastel juga tetap memberikan apresiasi terhadap kontribusi Razzi dalam perjalanan PSIM, khususnya saat membawa tim promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Saya pikir klub harus berterima kasih karena bagaimanapun dia terlibat dalam promosi musim lalu seperti banyak orang lainnya," ujarnya.
Untuk diketahui, Razzi juga merupakan sosok yang menghubungi dan melakukan negosiasi dengan Van Gastel untuk menjadi pelatih PSIM.
Kepergian Razzi di fase akhir musim ini menambah tantangan bagi PSIM dalam menjaga stabilitas tim, terutama di tengah upaya menyelesaikan kompetisi dengan hasil maksimal.
Di sisi lain, Van Gastel berharap Razzi tetap melanjutkan kariernya di dunia sepak bola dan berkembang lebih jauh ke depan. "Saya berharap dia akan tetap bekerja di sepak bola. Dia orang yang masih muda, dan saya pikir dia akan menjadi manajer yang sangat bagus," tutupnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun