JOGJA - PSIM Jogja sudah memastikan diri aman dari ancaman degradasi di kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 ini. Hingga memasuki pekan ke-32, tim asal kota gudeg itu telah mencapai target utama mereka dengan menyisakan dua pertandingan tersisa.
Bek tengah Laskar Mataram Franco Ramos Mingo menyambut pencapaian itu dengan penuh rasa lega. Menurutnya, keberhasilan keluar dari tekanan degradasi merupakan hasil kerja keras seluruh tim sepanjang musim.
"Saat ini kami sangat senang karena aman dari degradasi. Itu adalah target kami. Jadi kami sangat bahagia," ujar Franco pada Radar Jogja, Minggu (10/5).
PSIM sendiri menjalani laga pekan ke-32 menghadapi Malut United pada Minggu (10/5) malam, dan masih memiliki dua pertandingan tersisa melawan Madura United serta Arema FC sebelum akhirnya kompetisi berakhir.
Dengan target tim yang telah tercapai, fokus kini mulai bergeser ke penyelesaian musim. Bagi Franco, masih ada ambisi pribadi yang ingin dituntaskan dalam sisa laga tersebut.
Bek asal Argentina itu tampil cukup konsisten sepanjang musim dengan mencatatkan 27 penampilan. Dari jumlah itu, ia menyumbang empat gol dan satu assist, catatan yang cukup menonjol untuk seorang bek tengah.
Meski demikian, ia sempat absen dalam beberapa pertandingan di musim ini akibat akumulasi kartu kuning serta hukuman kartu merah. Saat ditanya mengenai peluang dan targetnya menambah kontribusi gol, Franco mengaku masih memiliki target sederhana sebelum musim berakhir. "Mungkin saya harus mencari satu gol lagi. Saya akan sangat senang jika itu terjadi," katanya.
Baca Juga: Musim Perdana EPA di Super League, PSIM Jogja Mulai Temukan Fondasi Untuk Tim Akademi
Performa Franco musim ini menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan PSIM keluar dari zona berbahaya. Selain solid di lini belakang, kontribusinya dalam mencetak gol juga memberi nilai tambah bagi tim.
Dengan dua laga tersisa, PSIM kini berpeluang menutup musim dengan lebih lepas. Sementara bagi Franco, kesempatan itu juga menjadi ruang untuk menyempurnakan catatan individunya sebelum kompetisi berakhir. "Tidak terlalu ada tekanan. Selain gol untuk saya, yang lebih penting kita harus menang," paparnya. (iza/laz)