SLEMAN - Perjalanan panjang PSS Sleman di kompetisi Championship musim 2025/2026 mencapai titik akhir. Ini setelah Super Elja melakoni partai final menghadapi Garudayaksa FC di Maguwoharjo International Stadium (MaglS), Sabtu (9/5) malam.
Meski dalam final itu PSS harus menelan kekalahan dengan skor akhir 5-6 (2-2) melalui drama adu pinalti, hal itu tidak menjadi masalah. Sebab yang paling penting Laskar Sembada sudah mencapai target, kembali promosi ke Super League musim depan.
Baca Juga: Kalahkan PSS Sleman, Bos Garudayaksa FC Minta Maaf ke Publik Bumi Sembada
Sepanjang musim 2025/2026 ini, PSS merupakan tim yang tercatat bisa tampil konsisten. Dominikus Dion dan kawan-kawan sukses menunjukkan karakter permainan yang solid.
Tak hanya itu, tim besutan Ansyari Lubis ini juga mampu menjaga stabilitas performa. Baik saat bermain di kandang maupun ketika melakoni laga tandang yang kerap berlangsung ketat.
Baca Juga: Irvan Mofu Minta Maaf karena PSS Gagal Meraih Gelar Juara Championship 2025/2026
Dominasi yang dibangun sejak awal kompetisi itu pun akhirnya berbuah manis. Dengan keberhasilan PSS menutup fase Grup Timur Championship sebagai juara, sekaligus mengamankan tiket promosi otomatis menuju Super Liga 2026/2027, sebuah capaian yang menjadi target utama sejak awal musim.
Peran sentral kolektivitas kerja tim pada musim ini pun sangat mendukung kinerja striker asing PSS Gustavo Tocantins di lini depan. Menjadi motor serangan sekaligus penyelamat tim di momen-momen krusial, pemain asal Brasil juga sebagai top skor dan menjadi pengumpan terbanyak di timnya.
Puncak penampilan impresifnya terjadi di laga final saat PSS menjamu Garudayaksa FC. Tertinggal dua gol di babak pertama, Gustavo Tocantins berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua dengan dua gol pentingnya.
Baca Juga: Flare Usai Pertandingan Final Championship 2025/2026, PSSI Tunggu Laporan Resmi Komdis
Meskipun penampilan bagusnya tidak membawa PSS mengangkat trofi juara Championship musim 2025/2026, pemain bernomor punggung 11 ini tetap mendapatkan penghargaan sebagai best player di musim 2025/2026 ini dari I.League selaku operator kompetisi.
"Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari tim dan memberikan yang terbaik untuk PSS Sleman," ujar Gustavo Tocantins, Minggu (10/5).
Di sisi lain, Pelatih PSS Ansyari Lubis mengatakan gelar pemain terbaik itu memang layak disandang oleh Gustavo Tocantins. Sebab, pemain berusia 30 tahun itu merupakan pemain yang memiliki peran penting di dalam timnya sepanjang musim ini. "Kalau Tocantins saya nilai memang dia sangat luar biasa," pujinya. (ayu/laz)