Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Musim Perdana EPA di Super League, PSIM Jogja Mulai Temukan Fondasi Untuk Tim Akademi

Herpri Kartun • Jumat, 8 Mei 2026 | 21:17 WIB

Para pemain tim EPA PSIM Jogja saat menjalani pertandingan Dok. PSIM Jogja 
Para pemain tim EPA PSIM Jogja saat menjalani pertandingan Dok. PSIM Jogja 

 

JOGJA - Skuad muda PSIM Jogja resmi menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan Elite Pro Academy (EPA) Super League musim 2025/2026 awal Mei ini.

 Laga terakhir Laskar Mataram Muda digelar pada Minggu (2/5) lalu di Stadion Gemilang, Magelang.

Manajemen tim mengaku cukup puas dengan pencapaian pada musim perdana keikutsertaan PSIM di kompetisi usia muda ini. Manajer EPA PSIM Joshua Dio mengungkapkan, perkembangan tim sepanjang musim menunjukkan progres positif, khususnya pada kelompok umur U-16.

Baca Juga: SPPG di Bantul Wajib Cek IPAL Tiga Bulan Sekali, Pemkab Juga Minta Kelengkapan Dokumen Dilaporkan Setahun Dua Kali

 "Secara keseluruhan untuk musim pertama teman-teman lumayan puas. Saya juga lumayan puas dengan perkembangannya, apalagi di skuad U-16,"  ujarnya, Jumat (8/5).

 Kelompok umur U-16 menjadi pencapaian terbaik PSIM musim ini setelah berhasil menempati peringkat ketiga klasemen sementara Grup B.

Meski klasemen akhir masih menunggu hasil pertandingan tim lain, raihan 53 poin dinilai telah melampaui target awal tim.

Baca Juga: BPBD Siapkan 1.500 Tangki Air, Krisis Air Bersih Ancam 13 Kapanewon di Gunungkidul

Joshua mengapresiasi performa skuad U-16 yang mayoritas dihuni pemain lokal DIJ namun tetap mampu bersaing dengan akademi besar lainnya.

"Ternyata kita bisa bicara banyak dengan komposisi hampir 95 persen pemain lokal DIJ. Kita bisa bicara banyak, bahkan kita masih punya kans untuk finish di tiga besar grup," katanya.

 Di sisi lain, PSIM juga menghadapi sejumlah kendala sepanjang kompetisi berjalan. Faktor cedera pemain serta keterbatasan kedalaman skuad disebut cukup memengaruhi konsistensi performa, terutama pada kelompok usia U-18 dan U-20.

 "Mungkin di kelompok umur U-18, salah satu kelompok umur agak meleset. Tapi kalau kita bilang meleset juga terlalu tinggi untuk dinilai karena memang ini musim pertama mereka di EPA," tutur Joshua.

Padatnya jadwal pertandingan juga menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh kelompok usia. Dalam satu akhir pekan, pemain kerap harus menjalani dua pertandingan dengan intensitas tinggi.

"Tidak bisa pemain bertanding di dua game berturut-turut dengan level dan intensitas sama, pemain pasti akan sangat lelah. Apalagi U-16 dan U-18 main di pagi dan siang hari, itu lumayan menguras energi," jelasnya.

Baca Juga: 16 Kapanewon di Gunungkidul Ikuti Pilur Serentak, Hanya Kapanewon Girisubo dan Tepus yang Absen Tahun Ini

Menurut Joshua, beberapa akademi besar seperti Bali United dan Persebaya memiliki keuntungan dari sisi kuantitas serta kualitas pemain yang lebih merata, sehingga mampu menjaga stabilitas performa saat jadwal padat.

"Jumlah dan kualitas pemain kita mungkin belum sekaya Bali United atau Persebaya. Bali bisa pakai dua tim berbeda di dua hari beruntun dengan kualitas sama.

Belum lagi nanti kalau bertemu tim besar lainnya, seperti Persija dan lainnya," paparnya.

Sebagai bahan evaluasi musim depan, manajemen PSIM berencana menambah kedalaman skuad dengan tetap mempertahankan standar kualitas pemain.

"Selama ini rata-rata pemain yang main di hari Sabtu dan Minggu sama, jadi pasti di hari Minggu akan drop.

Baca Juga: Kurangi Pengeluaran Rumah Tangga lewat KWT, DKPP Bantul Targetkan Ada 993 Kelompok Wanita Tani

Kita perlu pemain lebih banyak dengan kualitas yang sama atau di atasnya, dari pemain musim ini yang akan kita pertahankan untuk musim depan," jelas Joshua.

Ia menegaskan proses perekrutan pemain baru tidak hanya berfokus pada jumlah, tetapi juga kualitas yang sesuai dengan kebutuhan tim.

Meski masih banyak evaluasi yang perlu dilakukan, Joshua optimistis PSIM mampu berkembang lebih kompetitif pada musim mendatang.

Ia berharap fondasi yang dibangun musim ini menjadi awal positif bagi perkembangan akademi Laskar Mataram.

"Jika dikelola dengan lebih baik lagi, saya rasa PSIM bisa bersaing dengan akademi-akademi yang sudah lama di EPA. Kita tidak perlu minder.

 Untuk tahun pertama ini yang penting kita punya fondasi dulu," pungkasnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Laskar Mataram Muda #elite pro academy #PSIM Jogja