Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Konsistensi di Tengah Tekanan dan Hasil Buruk, Van Gastel Tak Ubah Gaya Permainan PSIM Jogja 

Fahmi Fahriza • Senin, 4 Mei 2026 | 19:43 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel.
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel.

 

JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel tetap bersikukuh mempertahankan filosofi permainan timnya, meski performa Laskar Mataram mengalami penurunan signifikan di putaran kedua kompetisi.

Hingga pekan ke-30 BRI Super League musim 2025/2026, PSIM sebagai tim promosi masih berada di peringkat ke-10 klasemen sementara dengan koleksi 39 poin, sekaligus sudah memastikan diri aman dari ancaman degradasi. Namun, capaian itu tidak sepenuhnya mencerminkan tren performa terbaru tim.

Dalam lima pertandingan terakhir, PSIM mencatatkan hasil negatif dengan empat kekalahan dan satu hasil imbang. Penurunan performa ini terjadi tanpa diiringi perubahan signifikan dalam pendekatan taktik yang diterapkan tim.

Baca Juga: PSIM Jogja Kehilangan Arah di Awal Laga, Persib Bandung Manfaatkan Momentum

Van Gastel menegaskan, secara prinsip dirinya tidak akan mengubah cara bermain yang selama ini menjadi identitas PSIM secara sporadis. "Saya tidak ubah filosofi dan prinsip bermain. Kami tetap melakukan hal yang sama seperti biasanya,"  ujar Van Gastel, Senin (4/5).

Pendekatan berbasis penguasaan bola dengan dominan yang diusungnya dinilai masih menjadi fondasi utama permainan tim, meskipun dalam praktiknya kerap menjadi celah yang dimanfaatkan lawan.

"Bagi saya, di banyak pertandingan kami berhasil mendominasi permainan dan serangan, tapi memang ada beberapa kesalahan kami," katanya.

Situasi ini semakin menjadi sorotan karena belum adanya penyesuaian strategi di tengah tren negatif yang dialami tim. Bahkan Van Gastel memastikan tidak akan mengubah komposisi lini depan dengan menambah jumlah penyerang.

"Tidak, saya tidak akan memulai pertandingan dengan dua penyerang sekaligus," tegasnya.

Baca Juga: Serangan Tumpul, PSIM Jogja Kembali Kalah dan Pulang tanpa Poin di Bandung

Di sisi lain, tekanan dari suporter juga mulai terlihat. Penurunan performa tim berbanding lurus dengan merosotnya animo penonton di laga kandang. Dalam dua pertandingan terakhir di Stadion Sultan Agung, Bantul, jumlah penonton tidak mencapai 2.000 orang.

Saat menghadapi PSM Makassar, jumlah penonton tercatat sebanyak 1.866 orang, sementara pada laga melawan Persita Tangerang hanya dihadiri 1.670 penonton.

Kondisi ini memperlihatkan adanya jarak antara ekspektasi suporter dengan performa tim di lapangan, terutama di tengah periode tanpa kemenangan yang cukup panjang.

Meski demikian, Van Gastel tetap memilih bertahan pada pendekatan yang sama, tanpa melakukan perubahan mendasar. "Kami tetap melakukan hal yang sama seperti biasanya," ungkapnya. (iza/laz)

 

 

Editor : Herpri Kartun
#Super League #Laskar Mataram #Jean Paul van Gastel #PSIM Jogja