JOGJA - PSIM Jogja kembali gagal meraih kemenangan usai takluk 0-1 dari tuan rumah Persib Bandung pada pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (4/5/2026).
Satu-satunya gol di pertandingan ini tercipta sangat cepat, tepatnya pada menit pertama. Bek Persib Patricio Matricardi, mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan tendangan bebas Thom Haye.
Baca Juga: Serangan Tumpul, PSIM Jogja Kembali Kalah dan Pulang tanpa Poin di Bandung
Gol cepat ini menjadi penentu jalannya pertandingan. PSIM yang tertinggal sejak awal dipaksa bermain lebih terbuka, sementara Persib memilih bermain lebih dalam dan menunggu peluang dari kesalahan lawan.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, pelatih PSIM Jean Paul van Gastel, mengakui timnya memulai laga dengan sangat buruk. "Kami memulai pertandingan dengan buruk. Dalam satu menit kami sudah kebobolan dari situasi bola mati lagi," ujarnya.
Meski demikian, Van Gastel tetap mengapresiasi upaya para pemainnya yang berani mengambil inisiatif permainan setelah gol tercipta. "Saya mengagumi tim saya karena mereka berani bermain dan ingin bermain. Kami sebenarnya bisa bermain cukup baik," lanjutnya.
Sepanjang pertandingan, PSIM memang tampil dominan dalam penguasaan bola dengan 59 persen, berbanding 41 persen milik Persib. Namun dominasi tersebut tidak diiringi dengan efektivitas serangan.
Persib justru tampil lebih tajam dengan mencatatkan 16 percobaan tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Sementara PSIM hanya mampu melepaskan empat tembakan dengan satu yang tepat sasaran.
Van Gastel menilai timnya memang kurang efektif dalam mengambil keputusan, terutama di babak pertama. "Satu-satunya hal yang membuat saya tidak puas adalah kami memilih solusi yang sulit. Seharusnya kami bermain lebih sederhana agar lebih efektif," jelasnya.
Pada babak kedua, PSIM terus berupaya mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun upaya tersebut juga membuka ruang bagi Persib untuk menciptakan peluang tambahan.
"Kami mencoba menyamakan kedudukan, tapi kami juga memberikan peluang karena mengambil risiko lebih besar," tambahnya.
Sementara itu, pemain PSIM Yusaku Yamadera menyebut gol cepat di awal laga menjadi faktor yang membuat pertandingan berjalan sulit bagi timnya.
"Di menit awal kami kebobolan, itu membuat pertandingan menjadi sulit bagi kami. Tapi ada banyak hal yang kami lakukan dengan baik dan ada juga yang harus kami perbaiki," katanya.
Baca Juga: Persib Bandung Nyaris Sempurna di GBLA, PSIM Jogja Siap Tantang meski Datang dengan Tren Buruk
Di kubu tuan rumah, Pelatih Persib Bojan Hodak menilai timnya tampil cukup baik, meski masih memiliki catatan dalam penyelesaian akhir.
"Kami mencetak gol cepat, tapi setelah itu kami terlalu lama menunggu dan tidak benar-benar menyerang. Kami sebenarnya punya beberapa peluang," ujarnya.
Hodak juga menegaskan, kemenangan tetap menjadi hal utama dalam fase krusial kompetisi untuk memburu gelar juara. "Yang terpenting adalah kami mendapatkan tiga poin," tegasnya.
Hal senada disampaikan pemain Persib Beckham Putra yang menilai gol cepat menjadi kunci kemenangan timnya. "Kami bisa mencetak gol cepat, itu menjadi kunci pertandingan hari ini," ucapnya. (iza/laz)