Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Krisis Gol dan Kemenangan PSIM Jogja Kian Nyata, Striker Justru Minim Kontribusi, Van Gastel: Kami Kesulitan di Sepertiga Akhir

Fahmi Fahriza • Sabtu, 2 Mei 2026 | 17:19 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 

 

JOGJA - Krisis penyelesaian akhir yang dialami PSIM Jogja kian nyata memasuki pekan-pekan akhir kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Catatan performa dan produktivitas gol menunjukkan persoalan ini bukan sekadar insiden sesaat, melainkan masalah struktural yang belum terselesaikan.

Hingga pekan ke-30, PSIM Jogja berada di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan 39 poin.

 Dalam lima laga terakhir, Laskar Mataram tidak meraih satu pun kemenangan, dengan rincian empat kekalahan dan satu hasil imbang.

Produktivitas gol pun menjadi sorotan utama. 

Baca Juga: Tantang Persis Solo di Semarang, Hendri Susilo Ingin Malut United Lanjutkan Tren Kemenangan

PSIM hanya mencetak tiga gol dan kebobolan tujuh kali dalam lima pertandingan itu, angka yang mempertegas lemahnya efektivitas lini depan.

Situasi ini diperkuat oleh distribusi gol dalam skuad. Belum ada satu pun pemain PSIM yang mencatatkan dua digit gol. 

Gelandang Ze Valente menjadi top skor dengan sembilan gol, disusul Ezequiel Vidal dengan tujuh gol. Keduanya bukan penyerang murni.

Sebaliknya lini depan justru minim kontribusi. 

Nermin Haljeta hanya mencetak empat gol dari 30 pertandingan, sementara Deri Corfe mengoleksi dua gol dari 26 laga.

Ketimpangan ini memperlihatkan bahwa peran striker sebagai ujung tombak belum berjalan efektif sepanjang musim.

Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel secara gamblang mengakui persoalan ini terus berulang dan terjadi di timnya musim ini.

 "Anda bisa terus menanyakan hal yang sama di setiap laga, tapi memang seperti itu kenyataannya. Kami kesulitan di sepertiga akhir," ujar Van Gastel, Sabtu (2/5).

Baca Juga: Melawan PSBS Biak Yang Berada di Dasar Klasemen, Bernardo Tavarez Minta Persebaya Rendah Hati

Ia menegaskan, upaya perbaikan sejatinya sudah dilakukan sejak awal musim dan terus menerus hingga pekan ke-30 lalu, namun hasilnya belum sesuai harapan. 

"Saya rasa saya sudah mengeluarkan semuanya dari tim ini sejak paruh pertama musim. Tapi kami masih kesulitan," lanjutnya.

Dengan nada pesimisme pelatih asal Belanda ini bahkan menilai timnya telah mencapai batas perkembangan.

 "Pada titik tertentu, kami memang terbatas dalam perkembangan. Dan saya pikir saat ini kami sudah mencapai batas tersebut," tegasnya.

Namun konteks di balik pernyataan itu juga patut diperhatikan. Musim ini menjadi pengalaman pertama Van Gastel melatih di Indonesia sekaligus menangani PSIM Jogja.

 Saat ia datang, komposisi tim sebagian besar sudah terbentuk dan bukan hasil racikannya sejak awal.

Sepanjang musim berjalan, Van Gastel hanya menambah tiga pemain ke dalam skuad, yakni Anton Fase, Donny Warmerdam, dan Jop van der Avert, ketiganya berasal dari Belanda.

 Artinya, mayoritas struktur tim yang ada saat ini merupakan warisan sebelum ia bergabung.

Kondisi ini membuka dua sudut pandang. Di satu sisi, keterbatasan dalam membentuk skuad bisa menjadi faktor yang memengaruhi performa tim. 

Baca Juga: Sering Kali Dianggap Sepele, Menjaga Kesehatan Gigi agar Tidak Mudah Berlubang

Namun di sisi lain, pernyataan bahwa tim telah mencapai batas juga menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan adaptasi dan solusi dari tim pelatih di tengah keterbatasan itu.

Dengan kompetisi yang hanya menyisakan empat pertandingan, PSIM kini berada di persimpangan. 

Yakni bertahan dengan kondisi yang ada, atau menemukan cara untuk keluar dari stagnasi di fase paling krusial musim ini.

"Ini situasi yang sulit, tapi kami harus terus bekerja dan mencoba memperbaiki apa yang bisa kami perbaiki di sisa pertandingan," tandas Van Gastel. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#BRI Super League 2025/2026 #Jean Paul van Gastel #PSIM Jogja