JOGJA - Upaya menjaga kondusivitas terus ditekankan oleh kelompok suporter Brajamusti jelang laga-laga krusial PSIM Jogja di sisa kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Hal ini dinilai menjadi faktor penting agar pertandingan kandang tetap bisa digelar dengan kehadiran penonton.
Presiden Brajamusti Muslich Burhanuddin atau yang akrab kerap disapa Thole menegaskan, pihaknya sudah dan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk aparat keamanan, guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
"Kami koordinasi dengan pihak kepolisian. Kami juga minta pada teman-teman suporter menjaga kondusivitas, baik saat berangkat, selama di lokasi, dan saat pulang di pertandingan home kita," katanya, Selasa (28/4).
Thole secara khusus mengimbau agar tidak ada aktivitas yang berpotensi memicu gangguan keamanan, seperti konvoi maupun tindakan negatif lainnya.
"Tidak perlu ada konvoi-konvoi, tidak perlu ada hal-hal yang negatif. Ini penting supaya kepercayaan dari pihak kepolisian dan stakeholder tetap terjaga," pesannya.
Imbauan itu bukan tanpa alasan. Pada pekan ke-29 saat menghadapi Persija Jakarta lalu, pertandingan yang semula dijadwalkan di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, terpaksa dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta dan digelar tanpa penonton akibat dinamika yang terjadi.
Situasi itu menjadi pengingat bahwa faktor nonteknis, khususnya keamanan dan kondusivitas, sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pertandingan. Menurut Thole, kepercayaan dari aparat dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar laga-laga berikutnya tetap dapat dihadiri penonton.
"Kita masih punya beberapa laga kandang. Harapannya, teman-teman suporter bisa menjaga kepercayaan itu agar pertandingan ke depan tetap bisa berjalan dengan penonton," tuturnya.
Baca Juga: Dari Wakil ke Kapten Utama, Franco Ramos Mingo Solid Pimpin PSIM Jogja di Putaran Kedua
Dalam waktu dekat, PSIM akan menjamu Persita Tangerang pada Kamis (30/4) mendatang di SSA. Setelah itu, Laskar Mataram juga masih dijadwalkan menghadapi Malut United dan Madura United di kandang sendiri.
Selain itu, Thole juga menekankan pentingnya menjaga citra positif suporter di mata publik sebagai bagian dari upaya jangka panjang membangun kultur dukungan yang lebih tertib.
Dengan sisa laga kandang yang semakin menentukan, peran suporter tidak hanya sebatas memberi dukungan di stadion, tetapi juga menjaga stabilitas situasi agar pertandingan tetap bisa berlangsung dengan kehadiran penonton.
Sebelumnya, Brajamusti juga menginisiasi kegiatan nobar yang turut dihadiri suporter dari Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan harmonis antarsuporter sekaligus memastikan situasi tetap kondusif di wilayah Jogja.
"Itu semua kami lakukan untuk menjaga keharmonisan dan kondusivitas. Tidak hanya untuk Jogja, tapi juga untuk semua yang datang," bebernya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun