JOGJA - Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno menegaskan, klubnya tetap realistis dalam menyusun kekuatan tim dan menjaga performa di tengah kompetisi BRI Super League musim 2025/2026.
Di tengah dinamika itu, nama Egy Maulana Vikri sempat muncul dalam perbincangan antara Yuliana dengan Radar Jogja. Pemain Dewa United sekaligus penggawa Timnas Indonesia itu disebut Yuliana sebagai sosok yang menarik, meski bukan bagian dari target transfer PSIM.
"Aduh, aku gak ada pemain idola atau yang beneran mau di rekrut. Ini bukan target ya, tapi kayak angan-angan aja. Kayaknya menarik kalau dia main di PSIM," ujar Yuliana, Senin (27/4).
Baca Juga: PSIM Jogja Terseok-seok di Putaran Kedua, Yuliana Tasno: Banyak Faktor Non-teknis yang Harus Diurusi
Perempuan yang kerap disapa Ci Liana itu mengaku sudah mengenal Egy secara personal sejak beberapa tahun silam. Ia memiliki kesan tersendiri terhadap kualitas sang pemain sejak membela Timnas.
"Dulu waktu dia di Timnas dan saya di PSSI juga itu saya kenal dan tahu dia. Saya lihat dia jago, tembakannya bagus tuh mirip-mirip Savio Sheva," ungkapnya.
Meski demikian, Liana menegaskan kedekatan personal tidak serta-merta menjadi dasar dalam kebijakan klub untuk merekrut pemain. Termasuk di kompetisi musim depan.
Lebih lanjut ia menyebut PSIM tidak secara spesifik memburu pemain bintang, termasuk nama-nama besar di Super League saat ini. "Saya bingung dan tidak ada sih yang spesifik mau direkrut. Kayak mau Marc Klok apa siapa gitu-gitu. Tidak ada," ucapnya.
Sikap tersebut selaras dengan target realistis PSIM musim ini. Laskar Mataram membidik posisi aman di klasemen, bukan persaingan papan atas. Hingga pekan ke-29, PSIM berada di peringkat ke-11 dengan koleksi 39 poin.
Baca Juga: PSIM Goes to Campus di UI, Industri Olahraga Butuh Talenta di Luar Lapangan
Dengan kompetisi yang masih menyisakan lima pertandingan hingga pekan ke-34, PSIM berupaya menjaga konsistensi demi memastikan posisi bertahan dengan nyaman sebelum menatap musim berikutnya.
Di sisi lain, Liana juga mengungkapkan pendekatan pribadinya dalam memandang pemain sepak bola. Ia mengaku tidak terlalu mengidolakan sosok tertentu. "Aku puji Tuhan-nya tidak terlalu mengagung-agungkan pemain gitu loh. Jadi aku mau ketemu siapa pun tuh biasa aja gitu," jelasnya.
Disampaikan Liana, hal ini berbeda dengan karakter lain di internal tim, termasuk Manajer PSIM Razzi Taruna yang disebutnya memiliki figur idola. Dan secara eksplisit menunjukkan kesukaannya. "Kalau Razzi dia punya banyak idola, mengidolakan pemain itu dia kelihatan banget. Beda sama saya," ujar Liana. (iza/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja