Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berhasil Tepis Tendangan Penalti Emaxwell Souza, Cahya Supriadi Dapat MOTM

Fahmi Fahriza • Minggu, 26 April 2026 | 21:55 WIB
SAVE CEMERLANG: Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi saat menepis tendangan penalty yang dieksekusi Emaxwell Souza. (Dokumen PSIM Jogja)
SAVE CEMERLANG: Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi saat menepis tendangan penalty yang dieksekusi Emaxwell Souza. (Dokumen PSIM Jogja)

 

JOGJA - Penjaga gawang andalan PSIM Jogja Cahya Supriadi berhasil meraih gelar Man of The Match (MOTM) saat menghadapi Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (22/4) lalu. Dalam laga itu, pemain berusia 23 tahun ini berhasil menciptakan momen penting bagi Laskar Mataram dengan menepis tendangan penalti yang dieksekusi Emaxwell Souza.

"Saya bersyukur bisa menjadi MOTM dalam laga kemarin. Ini sebuah pencapaian yang baik untuk saya secara pribadi," kata Cahya Supriadi, Minggu (26/4).

Selain mendapatkan MOTM, laga melawan Persija Jakarta lalu juga terasa spesial bagi Cahya Supriadi. Sebab, ia harus melawan mantan klub asalnya. "Pastinya sangat senang bisa bertemu kembali dengan mantan tim saya," cetusnya.

Baca Juga: PSIM Jogja Terseok-seok di Putaran Kedua, Yuliana Tasno: Banyak Faktor Non-teknis yang Harus Diurusi

Meski begitu, pemain kelahiran Karawang ini mengaku jika laga melawan Persija lalu merupakan salah satu pertandingan sulit yang dilakoninya pada kompetisi Super League 2025/2026. Sebab, kualitas pemain Macan Kemayoran itu sangatlah mengesankan.

"Mereka juga banyak menciptakan serangan-serangan berbahaya ke gawang kami. Tapi alhamdulillah, tim berjuang dengan sangat keras di lapangan. Kami bermain cukup solid dan bisa meraih satu poin," ucapnya.

Di sisi lain, Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gaste mengapresiasi kontribusi sang Cahya Supriadi di dalam timnya. Juru taktik asal Belanda ini melihat potensi besar dalam diri anak asuhnya itu.

"Saya puas dengan performa Cahya. Ia masih muda dan terpilih masuk ke tim nasional. Sehingga masa depannya sangat cerah," tegasnya.

Baca Juga: Torehan 39 Poin Belum Menjamin Posisi Aman, Franco Ramos Ingatkan PSIM Usai Rentetan Hasil Minor

Kendati demikian, Van Gastel tetap memberi catatan bagi Cahya. Pelatih kelahiran 28 April 1972 ini ingin agar Cahya Supriadi mau belajar dari pengalaman.

"Ketika seorang penjaga gawang membuat kesalahan, hal itu biasanya berujung pada gol bagi lawan. Tetapi ia harus belajar menghadapinya, menjadikannya pelajaran dan terus melangkah maju," ujarnya. (ayu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#cahya supriadi #Man Of The Match #persija jakarta #Laskar Mataram #PSIM Jogja