SLEMAN - PSS Sleman berhasil meraih kemenangan penting atas Persiku Kudus pada pekan ke-25 kompetisi Championship 2025/2026 lalu. Hasil itu tentu saja dapat membuka peluang besar Laskar Sembada untuk kembali promosi ke Super League musim depan.
Sayangnya, kemenangan itu masih terasa kurang lengkap. Mengingat PSS masih menjalani hukuman dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI berupa pengosongan tribun selatan dan utara Maguwoharjo International Stadium (MagIS) untuk empat laga kandang.
Hal ini berarti setelah laga kandang melawan Persiku, Panitia Pelaksana (Panpel) PSS masih akan menggelar satu pertandingan kandang terakhir menghadapi PSIS Semarang. Laga itu akan menjadi penutup rangkaian pertandingan Grup Timur Championship 2025/2026.
Pada pertandingan pamungkas itu, suporter PSS diperbolehkan kembali hadir langsung di stadion untuk memberikan dukungan kepada pemain.
Sebab, kehadiran suporter dapat menambah semangat tim dalam menjalani laga terakhir di kandang, sekaligus menjadi momentum penting untuk menutup kompetisi dengan hasil maksimal di hadapan pendukung sendiri.
Gelandang muda PSS Dominikus Dion menyambut baik hadirnya para suporter di laga pamungkas nanti. Sebab, menurutnya, dukungan langsung para Sleman Fans dapat memberi energi tambahan bagi tim dalam perjuangan meraih tiket promosi ke Super League musim depan.
"Bagi kami para pemain, dukungan dari BCS dan Slemania serta seluruh suporter lainnya sangat berarti," katanya, Selasa (21/4).
Baca Juga: Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis Tanggapi Rotasi Bek Kanan
Oleh karena itu, di pertandingan terakhir saat melawan PSIS Semarang nanti, Dion ingin para pemain dapat berjuang mati-matian. Sebab pemain berusia 21 tahun ini ingin membawa PSS kembali ke Super League di musim depan.
"Kami akan berjuang bersama-sama untuk meraih tiga poin. Dengan harapan para suporter bisa kembali hadir dan memberikan dukungan penuh dari tribun," tuturnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun