Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masalah PSIM Jogja Menurut Van Gastel; Bukan pada Skill, tapi Karakter Tim

Fahmi Fahriza • Senin, 20 April 2026 | 21:23 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 

JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel menyampaikan evaluasi yang cukup kontras terhadap kondisi skuad Laskar Mataram secara menyeluruh. Di satu sisi, ia mengaku puas dengan kualitas dan sikap individu para pemain, khususnya pemain lokal. Namun di sisi lain ia menilai tim secara kolektif masih memiliki persoalan mendasar.

Van Gastel menegaskan, para pemain lokal telah menunjukkan profesionalisme dan etos kerja yang sesuai dengan harapan tim pelatih. Sikap itu dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun performa tim sepanjang musim.

"Secara keseluruhan saya sangat puas dengan pemain lokal. Mereka menunjukkan sikap yang sangat baik, dan itu penting bagi saya," ujar Van Gastel, Senin (20/4).

Baca Juga: PSIM Jogja Dikejar Waktu dan Jadwal Padat, Bek Andy Setyo Tekankan Pentingnya Recovery dan Disiplin

Meski demikian, kepuasan terhadap individu pemain tidak serta-merta berbanding lurus dengan performa tim secara keseluruhan. Pelatih asal Belanda itu justru melihat adanya masalah pada karakter kolektif yang memengaruhi konsistensi permainan PSIM musim ini di kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Ia menilai komposisi tim saat ini cenderung terlalu santai, sehingga berdampak pada intensitas permainan dan pengambilan keputusan di lapangan, terutama dalam situasi penting. "Secara umum pemain asing juga baik. Hanya saja komposisi tim kami terlalu santai. Itu yang harus kami ubah," tegasnya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa persoalan PSIM bukan terletak pada kualitas individu, melainkan pada bagaimana seluruh elemen tim bekerja sebagai satu unit kesatuan.

Van Gastel mengisyaratkan, karakter easygoing itu dinilai menjadi penghambat utama dalam upaya meraih hasil maksimal. Situasi ini juga menjadi perhatian dalam menyusun rencana tim ke depan.

Baca Juga: Laga PSIM Jogja Kontra Persija Jakarta Dipindah, Rombongan Suporter PSIM Datangi Wisma, Brajamusti Serukan Kondusivitas

Ia mengungkapkan, dirinya telah mengajukan permintaan kepada manajemen untuk melakukan pembenahan di sejumlah posisi dalam skuad. "Saya sudah meminta beberapa posisi untuk diperbaiki," ungkapnya.

Namun demikian, ia menegaskan proses perekrutan tetap berada di tangan manajemen. Dirinya hanya akan terlibat dalam tahap evaluasi akhir terhadap pemain yang diusulkan sebelum akhirnya secara resmi dikontrak.

Evaluasi ini memperlihatkan adanya pekerjaan rumah yang belum selesai di tubuh PSIM. Bukan sekadar meningkatkan kualitas individu, tetapi juga membangun karakter tim yang lebih kompetitif agar mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi.

"Manajamen akan memberi saya opsi pemain. Saya lihat videonya, lalu saya putuskan untuk mengambil atau tidak," jelas Van Gastel. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Super League #Laskar Mataram #Jean Paul van Gastel #PSIM Jogja