JOGJA - Upaya PSIM Jogja untuk mengatasi kebuntuan di lini serang mulai terlihat dari instruksi khusus pelatih Jean Paul van Gastel yang diberikan kepada beberapa pemainnya, salah satunya adalah pemain sayap Andy Irfan.
Irfan mengaku diminta secara khusus untuk tampil lebih berani dalam membawa bola dan memaksimalkan kecepatan yang dimilikinya sebagai salah satu solusi membongkar pertahanan lawan.
Instruksi itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa laga terakhir, PSIM kerap kesulitan menciptakan peluang bersih dan mengonversinya menjadi gol, meski memiliki penguasaan bola yang cukup baik. Situasi ini membuat tim membutuhkan pemain dengan karakter eksplosif yang mampu menciptakan perbedaan secara individu.
"Ada instruksi khusus. Pelatih minta saya lebih berani bawa bola, karena saya ada kecepatan. Pelatih juga bilang cara yang harus saya lakukan saat melakukan tusukan ke pertahanan lawan," ujar Andy Irfan, Minggu (19/4).
Peran itu akin relevan dengan posisinya sebagai pemain pengganti. Masuk di saat intensitas lawan mulai menurun, Irfan kerap diharapkan mampu memanfaatkan ruang dengan akselerasi dan keberanian dalam duel satu lawan satu.
Pemain asal Makassar itu pun mengakui bahwa gaya bermainnya memang lebih cocok untuk situasi tersebut. Dengan mengandalkan kecepatan, ia merasa memiliki keunggulan ketika menghadapi pemain bertahan yang mulai kehilangan stamina.
"Saya lebih suka juga main super sub. Soalnya saya punya kecepatan, jadi otomatis lawan sudah capek, jadi saya pasti suka," jelasnya.
Di sisi lain, peningkatan menit bermain yang ia dapatkan di putaran kedua juga menunjukkan bahwa perannya mulai semakin diperhitungkan.
Setelah melalui fase adaptasi di awal musim, kini Andy menjadi salah satu opsi taktis yang diandalkan untuk memberikan variasi serangan.
Dengan instruksi yang lebih spesifik serta kebutuhan tim akan kreativitas di sepertiga akhir, peran Irfan berpotensi menjadi kunci dalam upaya PSIM memperbaiki efektivitas serangan di sisa musim ini.
"Saya berusaha maksimal dan harus buktikan juga setiap kali dipercaya main oleh pelatih," tegasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun