Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSIM Jogja di Peringkat 8, Pelatih Van Gastel Tekankan Proses, Akui Timnya Belum Aman dari Zona Degradasi

Fahmi Fahriza • Kamis, 9 April 2026 | 17:25 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel.
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel.

 

JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel menegaskan, proses perkembangan tim menjadi fokus utama di tengah situasi yang belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi di BRI Super League 2025/2026.

Hingga pekan ke-26, PSIM yang berstatus tim debutan masih bertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 38 poin. Dengan delapan pertandingan tersisa, Laskar Mataram masih harus bekerja keras untuk memastikan target utama manajemen, yakni bertahan di kasta tertinggi, dapat tercapai.

Van Gastel mengakui, secara hasil performa tim terlihat naik turun. Namun, menurutnya, perkembangan tim tidak selalu bisa dinilai secara instan dari hasil akhir pertandingan.

"Yang banyak orang lihat adalah hasilnya, entah itu bagus atau tidak. Tapi proses perkembangannya tidak selalu terlihat," ujar Van Gastel, Kamis (9/4).

Baca Juga: Usai Jamu EPA Borneo FC di Magelang, EPA PSIM Jogja Tatap EPA Persib Bandung 

Pelatih asal Belanda itu menegaskan, sejak awal kedatangannya ke PSIM ia membawa dua misi utama, menyelamatkan tim dari degradasi dan meningkatkan standar di dalam organisasi.

"Ketika saya datang, ada dua hal yang harus saya lakukan. Pertama, jangan sampai terdegradasi. Kedua, menaikkan standar bagi semua orang di dalam tim ini," tegasnya.

Meski demikian, Van Gastel secara terbuka mengakui, proses tersebut belum berjalan sesuai ekspektasinya. Ia bahkan menilai tim sempat kehilangan momentum akibat kurangnya konsistensi.

"Prosesnya lebih lambat dari yang saya mau. Kami harusnya sudah bisa lebih aman sekarang, tapi kami terlalu santai dan kehilangan terlalu banyak poin yang tidak perlu," ulasnya.

Baca Juga: PSIM Jogja Baru Menang Sekali dari Sembilan Laga di Putaran Kedua, Cik Liana Santai

Dengan delapan laga tersisa, Van Gastel menekankan pentingnya memaksimalkan setiap pertandingan demi menghindari potensi ancaman di papan bawah klasemen.

Baginya, hasil akhir tetap menjadi penentu. Namun fondasi yang dibangun melalui proses jangka panjang menjadi kunci agar PSIM tidak hanya bertahan. Tetapi juga mampu berkembang sebagai tim yang lebih kompetitif di masa mendatang.

"Tujuan utama kami tetap jelas, bertahan di liga ini. Kami berada di jalur yang tepat, tapi kami belum sepenuhnya aman," bebernya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Super League #Laskar Mataram #Jean Paul van Gastel #PSIM Jogja