JOGJA - Bek PSIM Jogja asal Jepang Yusaku Yamadera menilai peta persaingan di kompetisi BRI Super League 2025/2026 semakin ketat dan kompetitif memasuki pekan ke-26. Ia menyoroti perubahan signifikan yang terjadi di banyak tim, terutama terkait komposisi pemain.
Menurut Yusaku, aktivitas bongkar pasang skuad yang dilakukan sejumlah klub, termasuk kehadiran banyak pemain asing berkualitas, menjadi faktor utama meningkatnya level kompetisi musim ini. "Persaingannya semakin ketat, karena jumlah pemain asing di tiap tim juga banyak, dan mereka memiliki kualitas yang bagus," ujar Yusaku, Senin (30/3).
Baca Juga: Kapten PSIM Jogja Reva Adi Utama Ungkap Waktu Latihan Ideal: Pagi Terasa Nyaman, Sore Lebih Siap
Sebagaimana regulasi yang berlaku, setiap tim di Super League diperbolehkan mengontrak hingga 11 pemain asing, dengan 9 pemain dapat masuk daftar susunan pemain (DSP), dan maksimal 7 pemain asing tampil bersamaan di lapangan.
Tak hanya soal kualitas individu, Yusaku juga menekankan aspek permainan kini berkembang ke arah yang lebih kompleks. Ia menyebut, setiap tim memiliki pendekatan taktikal yang berbeda sehingga menuntut konsistensi tinggi dari para pemain.
"Selain aspek fisik, mental juga sangat penting. Liga ini sekarang makin taktikal, dan tiap tim punya ciri khas masing-masing. Ini menarik, tapi menuntut kita fokus dan totalitas di setiap laga," tambahnya.
Sementara itu, PSIM yang berstatus sebagai tim promosi saat ini bertengger di peringkat 8 klasemen sementara dengan koleksi 38 poin. Secara kalkulasi, Laskar Mataram masih menyisakan 9 pertandingan hingga akhir musim nanti.
Sejak awal kompetisi, target utama PSIM adalah bertahan di kasta tertinggi. Namun, Yusaku mengaku memiliki ambisi lebih untuk membawa timnya finis di posisi yang lebih baik.
Dengan persaingan yang semakin ketat dan margin poin yang tipis antar tim, konsistensi di sisa laga akan menjadi kunci bagi PSIM untuk mengamankan posisi sekaligus membuka peluang menutup musim di papan atas.
"Semua orang di tim tahu target kita bertahan dan tidak terdegradasi. Tapi saya ingin mencapai tujuan yang lebih tinggi, di akhir musim tetap berada di peringkat atas," tegasnya. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita