JOGJA - PSIM Jogja dipastikan tidak akan diperkuat salah satu gelandang andalannya, Fahreza Sudin, dalam tiga pertandingan. Kepastian ini menyusul sanksi usai kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Semen Padang pada 4 Maret lalu.
Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna mengonfirmasi, pemain kelahiran Ternate tersebut tidak hanya menjalani sanksi otomatis, tetapi juga mendapat hukuman tambahan dari Komite Disiplin.
"Fahreza dipastikan absen dalam tiga pertandingan. Selain sanksi otomatis satu pertandingan karena kartu merah saat melawan Padang, ia mendapat tambahan sanksi larangan bermain di dua laga dari Komite Disiplin," jelasnya, Jumat (27/3).
Dengan keputusan itu, Fahreza melewatkan tiga laga beruntun yakni menghadapi Persijap Jepara (11/3) lalu, melawan Dewa United Banten FC pada 3 April mendatang, dan PSM Makassar pada 11 April. Kehilangan ini tentu menjadi pukulan bagi PSIM yang tengah menjaga konsistensi performa di kompetisi.
Razzi menambahkan, Fahreza baru bisa kembali memperkuat tim saat PSIM berhadapan dengan Bhayangkara FC, setelah rangkaian tiga pertandingan itu terlewati. "Artinya, dia baru bisa kembali bermain saat kita menghadapi Bhayangkara. Hal ini berlaku setelah tim melewati laga melawan PSM Makassar," ulasnya.
Razzi menuturkan, terkait keputusan wasit yang memberikan kartu merah langsung, manajemen PSIM menunjukkan sikap objektif. Klub menilai pelanggaran yang dilakukan memang berisiko dan layak diganjar kartu merah.
"Secara pribadi dan klub, kami sepakat dengan kartu merah itu karena pelanggaran yang terjadi memang berisiko dan berbahaya. Tapi soal tambahan sanksi dua laga dari Komdis, kami sebenarnya cukup mempertanyakan," ungkap Razzi.
Meski mempertanyakan tambahan hukuman, manajemen tetap memilih untuk menghormati keputusan yang telah ditetapkan Komite Disiplin. Absennya Fahreza dalam tiga pertandingan dinilai akan cukup memengaruhi kekuatan tim, mengingat perannya sebagai pemain reguler.
"Meski begitu, kami menghormati keputusan itu. Kehilangan Fahreza untuk tiga laga tentu cukup terasa. Mengingat ia adalah pemain reguler penting bagi tim," imbuhnya.
Namun demikian, Razzi menilai, absennya Fahreza juga membuka peluang bagi pemain lain untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak. Situasi ini dinilai bisa menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing internal tim.
Mengutip pernyataan Pelatih Kepala Jean Paul Van Gastel, Razzi menyebut kondisi ini memiliki dua sisi yang harus dimanfaatkan dengan bijak. "Di satu sisi merugikan kedalaman skuad, tetapi di sisi lain ini kesempatan bagi pemain-pemain lain yang berkesempatan menggantikan Fahreza untuk membuktikan diri," tutur Razzi.
Ia juga menegaskan, atmosfer kompetisi di dalam skuad tetap berjalan sehat. Seluruh pemain dinilai siap untuk tampil kapan pun dibutuhkan oleh tim. "Iklim kompetisi di tim berjalan baik. Ini terjadi karena semua pemain bersaing secara sehat untuk tampil dan mereka semua siap bila ditunjuk oleh pelatih sewaktu-waktu," bebernya. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita