Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dapat Ajakan Jadi Tuan Rumah PON 2032 dari KONI Jawa Tengah, KONI DIJ Diminta Gubernur HB X untuk Dalami

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 15 Maret 2026 | 21:31 WIB

 

 

 

Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 (HB X).
Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 (HB X).

JOGJA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY masih akan mendalami ajakan KONI Jawa Tengah untuk berkolaborasi dalam pengajuan tuan rumah ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032. Hal ini merupakan arahan Gubernur Hamengku Buwono X usai menerima audiensi pengurus KONI DIY terkait rencana itu, Kamis (12/3) lalu.

Sekretaris Umum (Sekum) KONI DIY KMT A Tirtodiprojo menjelaskan, setelah menerima audiensi KONI Jateng yang mengajak KONI DIY untuk mengajukan diri menjdi tuan rumah PON, KONI DIY langsung melakukan audiensi dengan gubernur. Jajaran pengurus KONI DIY meminta arahan HB X terkait hal itu.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Tirtodiprojo, HB X mengatakan situasi dan kondisi sekarang ini memang agak sulit untuk setiap kepala daerah dalam menentukan kebijakan anggaran. Karena anggaran dari pusat juga mengalami pemangkasan atau melakukan kebijakan efisiensi.

Selain itu, untuk anggaran pendapatan asli daerah dari DIY sendiri juga tidak banyak. Dengan kondisi itu, menurut pria yang akrab disapa Joko Tirtono ini, HB X menyatakan sebetulnya banyak daerah-daerah atau provinsi lain yang lebih siap dan sanggup untuk menjadi tuan rumah PON.

 "Cukup berat kalau mengadakan (tuan rumah PON). Kami juga berpikir tahun 2032 itu seperti apa kondisinya? (Juga belum tahu) Wong saat saja kondisinya juga berat, karena pendapatan asli daerah di DIY sangat terbatas juga,"  ungkap Joko Tirtono, Minggu (15/3).

Tak hanya itu, Joko juga mengatakan HB X meminta KONI DIY untuk melakukan koordinasi lebih lanjut kepada KONI Jateng terkait model dari ajakan untuk menjadi tuan rumah PON bersama itu.

 "Kira-kira aku dibebani apa toh? Kemudian bagaimana kami harus berbagi? ​Untuk itu besok kami akan merapatkan unsur pimpinan untuk segera berkolaborasi menanyakan kembali secara intensif kepada KONI Jateng. Nah, jadi bagaimana nanti putusan KONI Jawa Tengah, nanti arahan kita godok kembali," tegasnya.

Sementara terkait fasilitas dan kesiapan DIY untuk menjadi tuan rumah event level nasional, Joko mengaku secara umum kalau untuk venue dan akomodasi, Jateng dan DIJ tidak ada permasalahan. Sebab, di DIY sendiri telah memiliki lebih dari 20 ribu kamar dari mulai hotel bintang lima sampai dengan hotel bintang dua.

Untuk venue pun di Jawa Tengah dan DIY sudah mencukupi, lebih dari 60 venue yang memenuhi syarat. Hanya saja untuk kepastian anggaran hingga saat ini masih belum bisa dipastikan apabila DIY benar-benar akan mengajukan diri sebagai tuan rumah bersama Jawa Tengah.

"Proses pendaftaran terakhir 1 April besok. Waktu yang sangat singkat sekali. Lalu ketentuannya adalah harus ada persetujuan dari kepala daerah masing-masing, yaitu gubernur, dan DPRD masing-masing, ini yang belum," tandasnya. (ayu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#HB X #KONI Jateng #PON #KONI DIY