JOGJA - Peta persaingan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang sudah mulai terbaca. Berdasarkan hasil Rakor KONI Pusat per Februari 2026 lalu, sejumlah regulasi baru dan pembagian klaster cabang olahraga (cabor) telah ditetapkan.
Mantan Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto langsung memberikan analisis tajam terkait target yang harus dibidik kontingen Bumi Mataram agar tetap eksis di kancah nasional. Dalam analisisnya, guru besar FIKK UNY ini memaparkan, pada PON 2028 akan mempertandingkan total 62 cabor yang terbagi dalam 911 nomor pertandingan.
Menariknya, pelaksanaan kali ini tersebar di tiga wilayah utama yakni Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan 22 cabor, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan 26 cabor, dan DKI Jakarta yang akan menggelar 14 cabor. "Ada empat klaster cabor yang dipertandingkan. Mulai klaster Olympic, DBON (Desain Besar Olahraga Nasional), SEA Games, hingga World Games. Selain itu, tentu terdapat privilege khusus bagi tuan rumah," jelasnya, Minggu (1/3).
Bukan sekadar prediksi, pada kesempatan kali ini, Djoko Pekik menyuguhkan kalkulasi melalui analisis saintifik untuk menakar posisi DIJ di klasemen akhir. Menurutnya, dinamika di KONI Pusat sangat berpengaruh, namun angka minimal sudah bisa dipetakan sejak dini.
Jika DIJ ingin menembus posisi peringkat sembilan, para atlet minimal harus mampu mengoleksi 21 medali emas. Namun jika target realistis adalah mengamankan posisi 10 besar, maka raihan 19 medali emas menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
"Berdasarkan hitungan itu saya menyarankan KONI DIJ berani memasang target 10 besar dengan minimal meraih 19 medali emas," tegasnya.
Meski angka-angka itu sudah dipetakan, ia tetap mengingatkan bahwa kalkulasi ini masih bisa berubah seiring dinamika yang terjadi di jajaran KONI Pusat. Faktor teknis maupun non-teknis di lapangan nantinya akan sangat menentukan apakah target tersebut bisa terlampaui atau justru meleset.
Kendati demikian, Djoko Pekik tetap berharap kontingen DIJ optimistis. Persiapan matang sejak dini menjadi kunci agar DIJ tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi tetap menjadi kekuatan yang diperhitungkan di level nasional.
"Selamat berjuang untuk DIJ. Mari kita jaga agar DIJ tetap eksis dan berprestasi di kancah nasional," lontarnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun