JOGJA - Kemenangan 4-2 atas PSBS Biak di pekan 23 BRI Super League 2025/2026 lalu harus dibayar mahal PSIM Jogja. Gelandang andalan mereka, Ze Valente, dipastikan absen pada laga berikutnya akibat akumulasi kartu kuning.
Ini menjadi kali kedua Ze Valente harus menepi karena alasan serupa di ajang BRI Super League 2025/2026. Sebelumnya, ia juga absen saat PSIM menghadapi Persija Jakarta pada 28 November 2025. Kini, Ze kembali tak bisa tampil saat Laskar Mataram dijadwalkan menjamu Semen Padang FC pada Rabu (4/3).
Pemain asal Portugal itu mengaku menerima situasi tersebut meski jelas bukan kondisi ideal bagi timnya yang sedang berburu kemenangan demi mengamankan posisi di klasemen.
"Ya, pertandingan berikutnya saya akan absen, begitulah adanya. Terkadang kita tidak bisa mengontrol segalanya di dalam lapangan. Saya mendapat satu kartu kuning lagi, jadi saya absen," ungkap Ze Valente, Minggu (1/3).
Sejauh ini, tecatat ia sudah mengoleksi tujuh kartu kuning. Dari regulasi yang ada, pemain harus absen saat mendapat empat kartu kuning, kemudian kembali absen saat mendapat tiga kartu kuning.
Meski tidak akan ikut rombongan tim ke Padang tengah pekan ini, Ze Valente tetap mencoba melihat sisi positifnya. Salah satunya bisa digunakan untuk istirahat dan menyiapkan diri.
"Akan bagus juga untuk beristirahat sedikit dan mencoba tampil 100 persen di pertandingan kandang melawan Persijap setelah laga melawan Semen Padang, yang juga akan menjadi pertandingan penting bagi kami," tambahnya.
Di sisi lain, Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel menegaskan absennya Ze memang tidak nyaman, tetapi timnya memiliki kedalaman skuad yang cukup.
"Ze Valente memang sedang disuspensi, tapi kami punya skuad yang besar. Jadi saya pikir kami bisa memasang pemain lain. Itu tidak masalah, meski selalu tidak nyaman jika salah satu pemain starter tidak tersedia," kata Van Gastel.
Absennya Ze Valente jelas menjadi ujian bagi PSIM yang tengah berupaya menjaga momentum kebangkitan di putaran kedua. Laga melawan Semen Padang berpotensi menentukan konsistensi Laskar Mataram dalam persaingan papan klasemen.
Pelatih berkebangsaan Belanda itu menegaskan, situasi seperti ini menjadi momen yang sangat penting dan perlu kesiapan dari para pemain pelapis. "Saya selalu mengatakan kepada pemain yang tidak menjadi starter, mereka harus siap ketika tim membutuhkan. Jadi sekarang Ze tidak tersedia, salah satu pemain lain harus menjadi starter dan membantu tim," tegasnya. (iza/laz)