Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Lapangan ke Panti Asuhan, PSIM Jogja Gaungkan Semangat Empati di Panti Asuhan

Fahmi Fahriza • Senin, 23 Februari 2026 | 19:44 WIB

 

BENTUK NYATA: Sesi pelaksanaan program sosial PSIM Empathy putaran kedua bertema Self Love to Share Love. 
BENTUK NYATA: Sesi pelaksanaan program sosial PSIM Empathy putaran kedua bertema Self Love to Share Love. 

JOGJA - Manajemen PSIM Jogja kembali menyelenggarakan program sosial PSIM Empathy putaran kedua bertema Self Love to Share Love. Dalam kegiatan ini, PSIM berbagi kebahagiaan bersama anak-anak di Panti Asuhan Putri RM Suryowinoto.

Program yang mengusung tajuk Second Session: Giving and Empathy Day: Love in Action ini menjadi bagian dari komitmen klub dalam menghadirkan dampak positif di luar lapangan hijau. 

Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno hadir langsung dalam acara ini bersama dua pemain tim utama senior, Harlan Suardi dan Andy Setyo. Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus dukungan moral bagi anak-anak panti.

Baca Juga: Akui Ramadan Tanpa Keluarga Tak Mudah, Pemain Asing PSIM Rahmatsho Rahmatzoda Jatuh Cinta pada Indonesia

Secara garis besar, Liana menekankan pentingnya rasa percaya diri dan penghargaan terhadap diri sendiri, khususnya bagi para perempuan muda. Ia mengajak anak-anak untuk berani mencintai diri mereka apa adanya sebagai langkah awal meraih masa depan yang lebih baik.

"Kalian berharga, kalian hebat, dan kalian berhak menyayangi diri kalian sendiri apa adanya," ujarnya di hadapan anak-anak panti, Senin (23/2).

Ia juga menekankan keterkaitan erat antara mimpi besar dan kerja keras untuk mencapai kesuksesan.  "Mimpi besar adalah hak setiap perempuan, serta latar belakang kita tidak sepenuhnya bisa menentukan seberapa jauh kita bisa melangkah," tutur Liana.

Menurutnya, keberanian untuk bermimpi harus diiringi dengan komitmen dan usaha yang konsisten.  "Jika kita berani bermimpi, mau berusaha, dan terus berkomitmen, kita pasti bisa menjadi apa pun sesuka hati kita," tambah Liana.

Tak hanya dari jajaran manajemen, inspirasi juga datang langsung dari para pemain profesional PSIM. Dalam sesi Meet and Greet, Harlan Suardi dan Andy Setyo berbagi perjalanan karier mereka hingga bisa menembus level sepak bola profesional.

Harlan menceritakan bagaimana dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya.  "Keluarga saya dan orang-orang terdekat selalu mendukung dan memotivasi saya sejak kecil agar bisa meraih cita-cita saya sebagai pemain sepak bola profesional," ungkapnya.

Sementara itu, Andy Setyo mengisahkan tantangan yang ia hadapi sejak awal merintis karier. Di mana sempat ada keraguan dari keluarganya sendiri.

"Awalnya orang tua sempat ragu ketika saya bilang pengen jadi pemain bola. Lalu akhirnya saya bisa membuktikan niat saya sehingga bisa menjadi seperti sekarang," ucapnya. (iza/laz)

 

 

Editor : Herpri Kartun
#self love to share love #andy setyo #Panti Asuhan #Harlan Suardi #Yuliana Tasno #PSIM Jogja