JOGJA - Bek PSIM Jogja Andy Setyo Nugroho menyambut positif rencana laga kandang malam hari yang akan dijalani timnya pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026.
Pertandingan melawan Bali United yang digelar Senin (23/2) itu menjadi yang pertama bagi PSIM bermain malam hari di kandang musim ini, tepatnya di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul.
Sejauh ini PSIM telah menjalani 21 pertandingan sepanjang musim kompetisi. Perubahan waktu kick-off dinilai Andy bisa memberi keuntungan tersendiri, terutama dari sisi kondisi cuaca.
"Saya pribadi jujur lebih suka main malam sih. Misal kalau di Bantul melihat situasi di stadion itu mungkin panas ya kalau sore di daerah sana. Jadi lebih prefer malam sih. Mungkin lebih enak, enggak panas," ujar Andy, Jumat (20/2).
Pemain yang berposisi sebagai bek tengah itu menuturkan, faktor suhu cukup berpengaruh terhadap permainan di lapangan. Ia menilai laga malam memungkinkan pemain tampil lebih nyaman dan maksimal.
"Sebagai pemain saya merasa main malam lebih mudah ya, karena suhu dan udara. Betul, suhu itu pengaruh," tambahnya.
Selain menyoroti perubahan waktu pertandingan, pemain berusia 28 tahun itu juga mengungkapkan posisi yang paling nyaman baginya di atas lapangan.
Meski dikenal fleksibel karena mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek sayap, Andy menegaskan preferensinya tetap di jantung pertahanan.
"Kalau saya paling nyaman di posisi bek tengah," jawabnya.
Baca Juga: Tim Debutan Rasa Papan Atas, Razzi Taruna: PSIM Jogja Masih Belajar, Jangan Lupa Kami Tim Promosi
Ia juga menyebut kaki kanannya sebagai dominan, yang menjadi salah satu faktor kenyamanan saat bermain sebagai stopper.
Dengan pengalaman malang melintang di kompetisi nasional, Andy diharapkan bisa menjadi opsi penting bagi lini belakang PSIM, terutama menghadapi padatnya persaingan di putaran kedua.
"Putaran kedua lebih berat dan kita harus terus fokus, karena hampir semua tim berbenah," ungkapnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun