JOGJA - Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Jogja masa bakti 2026-2030 resmi dilantik di Grha Pandawa, Balai Kota Jogja, Rabu (4/2) pagi. Pelantikan ini menjadi momentum awal konsolidasi organisasi untuk meningkatkan prestasi olahraga Kota Jogja, baik di tingkat daerah hingga nasional dan internasional.
Ketua Umum KONI Kota Jogja periode 2026-2030 Dedi Budiono menegaskan jika tantangan pengurus ke depan semakin berat seiring ketatnya persaingan cabang olahraga (cabor) antardaerah.
Meski begitu, kondisi tersebut justru dinilai sebagai hal positif untuk mendorong kemajuan olahraga di DIJ."Persaingan yang semakin ketat harus dijadikan pemicu untuk menunjukkan prestasi terbaik," ucapnya.
Dalam kepemimpinannya sekarang, Budi mengajak seluruh jajaran pengurus untuk menunaikan tugas dan tanggung jawab secara penuh dengan mengedepankan tata kelola organisasi yang baik, transparan, akuntabel dan bertanggung jawab.
Sebab, menurutnya, amanah yang diemban tidak hanya membawa nama baik organisasi, tetapi juga Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja dan masyarakat.
"Kami mohon doa restu, dukungan, bantuan, dan kolaborasi dari semua pihak. Gotong royong bersama pengurus cabang olahraga menjadi kunci penting untuk mewujudkan prestasi olahraga Kota Jogja," kata Penjabat Sekda Kota Jogja itu.
Sementara, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus KONI Kota Jogja yang baru saja dilantik itu. Pria berusia 61 tahun ini pun turut menaruh harapan besar agar prestasi olahraga Kota Jogja dapat meningkat, terutama pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2027.
"Kalau kemarin juara tiga, ke depan minimal bisa naik menjadi juara dua," tegasnya.
Oleh karena itu, Hasto mengingatkan pentingnya menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi dan pembinaan prestasi agar seluruh proses berjalan maksimal, serta aman secara administratif.
Harapannya KONI Kota Jogja bisa senantiasa terus memperkuat pembinaan usia dini, memperbanyak kalender kejuaraan, memperluas akses latihan yang inklusif bagi semua termasuk difabel, anak-anak dan perempuan.
"KONI Kota Jogja juga terus berupaya melahirkan lebih banyak talenta-talenta unggulan dari sekolah, klub, kampung-kampung, dengan bekerjasama dengan berbagai pihak," jelasnya.
Tak hanya itu, dalam kesempatan ini juga Hasto meminta kepada para pengurus untuk melaksanakan pengelolaan organisasi yang modern dan transparan. Sebab ke depan Pemkot Jogja akan selalu mendukung program-program pembinaan olahraga yang terarah, profesional, dan berkelanjutan.
"Masih banyak ruang yang harus diperbaiki dan disempurnakan. Kita bersinergi raih prestasi, tingkatkan pembinaan olahraga prestasi," katanya.
Sementara, Ketua Umum KONI DIJ Paku Alam X juga mengatakan bahwa ke depan tantangan olahraga semakin berat, terutama menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang hingga kini belum ditetapkan daerah penyelenggaranya.
Oleh karena itu, kesiapan organisasi menjadi hal mutlak."Organisasi harus kompak, bersih dan fokus pada tujuan utama meraih prestasi, termasuk bagi KONI Kota Jogja," tandasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo