JOGJA - Manajemen PSIM Jogja menilai performa tim di putaran pertama BRI Super League 2025/2026 berjalan cukup positif dan melampaui ekspektasi. Mengingat, status Laskar Mataram sebagai tim promosi.
Sejauh ini, hingga pekan 19 atau awal putaran kedua kompetisi PSIM mampu mencatatkan delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan lima kali kekalahan.
General Manager PSIM Jogja Steven Sunny menyebut capaian itu menjadi catatan yang patut diapresiasi. Terlebih sebagian besar lawan yang dihadapi merupakan tim-tim mapan yang sudah lama berkompetisi di Liga 1.
"Secara garis besar aku melihatnya is a good performance, yang memang kita harus apresiasi," ujar Steven Senin (2/2).
Menurutnya, konsistensi PSIM menjadi semakin bernilai karena mayoritas pesaing merupakan klub-klub berpengalaman. Dari total 18 kontestan liga musim ini, hampir seluruhnya telah memiliki jam terbang panjang di level tertinggi sepak bola nasional.
"Dari 18 tim itu, 15 di antaranya memang sudah sustain main di Liga 1. Jadi ketika kita lawan tim-tim besar dan bisa dapat hasil yang cukup baik, itu menurut saya layak diapresiasi," lanjutnya.
Di sisi lain, Steven juga memberikan kredit penuh kepada jajaran tim kepelatihan PSIM, mulai Pelatih Jean Paul van Gastel hingga tim analis, yang dinilainya berhasil menerjemahkan strategi dengan baik di lapangan.
Hal itu turut didukung oleh pemahaman pemain dalam mengimplementasikan instruksi pelatih. "Kita apresiasi dari head coach, asisten coach, sampai tim analis. Pemain juga tahu bagaimana mengimplementasikan strategi dari Coach Jean Paul. Jadi secara performa memang bagus," ulasnya.
Tidak hanya berhenti pada evaluasi putaran pertama, manajemen PSIM ternyata sudah mulai menatap musim depan. Steven mengungkapkan, perencanaan skuad dan roadmap tim bahkan telah dibahas sejak November 2025, jauh sebelum kompetisi memasuki paruh musim.
"Secara first team itu kita sudah bekerja mulai dari November kemarin. Kita sudah koordinasi dan tektokan juga soal bagaimana menghadapi musim depan," ungkapnya.
Baca Juga: PSIM Jogja Takluk 1-2 dari Borneo FC, Pelatih Van Gastel Nilai Permainan Tetap Positif
Ia menegaskan, langkah itu diambil karena manajemen tidak ingin bekerja dalam kondisi mepet waktu. Bagi Steven, perencanaan dini menjadi kunci agar klub memiliki analisis yang matang dan persiapan yang lebih baik.
"Saya memegang prinsip, lebih baik ada planning daripada tidak ada planning. Walaupun kadang planning itu tidak sepenuhnya tercapai, tapi kalau tidak ada planning kita bisa going nowhere," tegasnya.
Meski mengakui dinamika sepak bola kerap berubah layaknya roller coaster, Steven memastikan fokus utama PSIM tetap berada pada penguatan tim utama. Namun di sisi lain, manajemen juga mulai memperkuat sektor bisnis sebagai penopang keberlanjutan klub.
"First team itu tetap jadi top priority karena itu produk kita. Tapi pelan-pelan dari sisi bisnis, termasuk store dan campaign, juga kita dorong karena itu salah satu revenue klub," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun