SLEMAN - PSS Sleman harus puas finish di posisi ketiga pada putaran kedua Championship 2025/2026. Hasil itu membuat para suporter tim berjuluk Super Elja geram dengan performa tim besutan Ansyari Lubis itu.
Bukan tanpa sebab para suporter kecewa dengan penampilan Gustavo Tocantins dan kawan-kawan.
Selain belum bisa menjadi capolista di putaran kedua, suporter juga menilai strategi yang diterapkan tim pelatih sejauh ini kurang efektif dan hanya monoton.
"Peluang untuk puncaki klasemen terbuka lebar di laga melawan Barito. Tapi tim belum bisa memanfaatkannya. Kami minta tim melakukan evaluasi," lontar salah seorang Sleman Fans asal Jalan Kaliurang, Bintang, Minggu (1/2).
Tak hanya kecewa, lanjut Bintang, para suporter juga mempertanyakan keseriusan PSS untuk promosi ke Super League musim depan. Sebab, menurutnya, para suporter menilai tidak ada kreativitas dalam skema permainan Laskar Sembada hingga pekan ke-18 ini.
"Jujur saja, sepertinya berat kalau seperti ini terus. PSS saya rasa kurang konsisten," cetusnya.
Senada dengan Bintang, Sleman Fans lain, Rahma Shella juga mengaku kecewa dengan penampilan PSS sejauh ini.
Menurutnya, Super Elang Jawa harus menambah pemain agar ada penyegaran skema di putaran ketiga nanti. "Mumpung bursa transfer masih dibuka," tegasnya.
Selain itu, Rahma juga berharap keluhan dan masukan dari suporter didengar oleh tim pelatih dan manajemen. Sebab para suporter sangat ingin tim kebanggaan masyarakat Sleman ini bisa kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia di musim depan.
"Untuk apa kami selalu memberikan dukungan penuh di kandang tapi PSS tetap stagnan seperti ini. Kami juga mempertanyakan keseriusan manajemen," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun