JOGJA - PSIM Jogja menatap laga kontra Persebaya Surabaya di awal putaran kedua Super League 2025/2026 pada Minggu (25/1) mendatang dengan kewaspadaan tinggi.
Meski Laskar Mataram sukses mencuri kemenangan 1-0 saat bertandang ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada putaran pertama, Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel menilai situasi kali ini sudah jauh berbeda.
Persebaya kini datang dengan wajah baru setelah melakukan sejumlah perubahan, termasuk di kursi pelatih. Tim berjuluk Bajul Ijo itu juga membawa modal positif usai meraih kemenangan di laga terakhir mereka.
"Pelatih mereka baru saja masuk. Dia sudah memimpin satu pertandingan dan menang melawan Malut. Jadi itu hasil yang sangat bagus bagi mereka," ujar Van Gastel kepada Radar Jogja, Jumat (23/1).
Pelatih asal Belanda itu menilai, perubahan komposisi tim membuat Persebaya menjadi lawan yang sulit diprediksi. Menurutnya, PSIM tidak bisa lagi hanya berkaca pada hasil pertemuan sebelumnya.
"Ini akan menjadi pertandingan yang berbeda. Mereka mendatangkan beberapa pemain baru dan pelatih baru, jadi sulit diprediksi bagaimana mereka akan tampil," lanjutnya.
Van Gastel juga memberi perhatian khusus pada sosok pelatih baru Persebaya, Bernardo Tavares, yang sebelumnya menangani PSM Makassar, dan pernah meraih gelar juara Liga 1. Rekam jejak itu diakuinya menjadi sinyal bahaya bagi PSIM Jogja.
Sulit mengatakannya, tapi dia pernah menjadi juara bersama Makassar. Menurut saya itu pekerjaan yang luar biasa jika Anda bisa menjadi juara di sebuah liga," kata Van Gastel.
Menghadapi kondisi tersebut, ia menegaskan timnya harus tampil dengan konsentrasi penuh dan ketajaman maksimal agar mampu mengamankan hasil positif. "Jelas kami harus sangat tajam dan benar-benar fokus di pertandingan ini," tegasnya. (iza/laz)