SLEMAN - Ambisi besar diusung PSS Sleman saat menjamu Persela Lamongan dalam lanjutan kompetisi di Stadion Maguwoharjo (MagIS), Minggu (18/1) sore. Selain mengincar poin penuh di kandang sendiri, Laskar Sembada membawa misi khusus, balas dendam kepada Laskar Joko Tingkir.
Kekalahan menyakitkan dengan skor 1-2 saat pertemuan sebelumnya di markas Persela Lamongan, nampaknya masih membekas di tubuh Super Elja. Sehingga di putaran kedua ini, PSS tak ingin kecolongan lagi. Apalagi di laga ini Gustavo Tocantins dan kawan-kawan bakal disaksikan ribuan pendukungnya sendiri.
Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis mengatakan, para pemain kini dalam kondisi siap tempur. Masa persiapan yang cukup panjang dimanfaatkan betul untuk mengasah taji anak-anak Bumi Sembada untuk menjamu Persela Lamongan.
"Semua pemain sangat antusias menghadapi Persela. Kami tahu kemarin di sana kami kalah. Jadi ada faktor bagaimana caranya kami bisa revans (balas dendam)," tegasnya usai latihan rutin di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Jumat (16/1).
Meski Persela Lamongan sendiri baru saja melakukan perombakan besar dengan melepas sejumlah pemain pilar, Ansyari enggan menganggap remeh. Baginya, kedatangan sosok pelatih berpengalaman sekelas Bima Sakti menjadi sinyal bahaya yang nyata.
Apalagi, lanjut Ansyari, Persela Lamongan juga baru saja membuktikan ketangguhannya dengan menahan imbang Barito Putera FC. Hal ini menjadi bukti bahwa kualitas tim asal Jawa Timur itu tidak merosot meski banyak pemain yang keluar.
"Kekuatan mereka saya kira tetap bagus. Kami tidak anggap mereka tim lemah. Secara kekuatan, saya kira seimbang antara pemain yang keluar dengan yang masuk," kata pelatih asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara yang akrab disapa Uwak ini. (ayu/laz)