Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Razzi Taruna Ungkap Proses Panjang di Balik Penunjukan Van Gastel sebagai Pelatih PSIM Jogja, Sempat Seleksi hingga 30 Kandidat

Fahmi Fahriza • Jumat, 16 Januari 2026 | 19:01 WIB

 

Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel

JOGJA - Menjalani musim debut di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League 2025/2026, PSIM Jogja mampu menunjukkan performa cukup menjanjikan. Hingga paruh musim berakhir, Laskar Mataram menempati posisi keenam klasemen sementara dengan 30 poin dari 17 pertandingan yang dijalani.


Capaian ini dinilai sebagai hasil kerja kolektif seluruh elemen tim, mulai pemain, pelatih, hingga manajemen. Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna mengungkapkan, salah satu faktor krusial di balik konsistensi performa tim sejauh ini adalah proses pemilihan pelatih yang dilakukan dengan sangat matang.


Menurut Razzi, keputusan menunjuk Jean Paul van Gastel sebagai pelatih bukanlah hasil dari proses yang instan. Manajemen PSIM melakukan pencarian panjang dan seleksi ketat demi menemukan sosok pelatih yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim dan karakter klub.


"Kalau lihat lagi ke belakang, menurut saya kunci utamanya memang di pemilihan pelatih. Kami benar-benar mencari yang cocok dan itu cukup lama," ujar Razzi Jumat (16/1).


Razzi menuturkan, sebelum akhirnya menetapkan Van Gastel sebagai pelatih PSIM, ia secara pribadi menghubungi dan menyeleksi puluhan kandidat pelatih dari berbagai latar belakang dan negara. Proses itu dilakukan dengan penuh pertimbangan dan kehati-hatian.


Ia menegaskan, manajemen tidak hanya melihat rekam jejak atau CV kepelatihan semata. Tetapi juga menilai kecocokan filosofi bermain, karakter kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi dan kultur sepak bola Indonesia, khususnya di PSIM Jogja.


"Ada puluhan yang saya hubungi, mungkin ada sekitar 30 pelatih. Makanya prosesnya cukup lama, dan pelatih (Van Gastel) akhirnya terpilih agak di last minute," ungkapnya.


Keputusan itu sejauh ini dinilai tepat. Razzi mengaku puas dengan kinerja Van Gastel selama memimpin PSIM di putaran pertama Super League. Selain kontribusi teknis di lapangan, ia juga mengapresiasi sikap terbuka sang pelatih dalam beradaptasi dan berkompromi dengan berbagai dinamika yang ada di dalam tim.


Dengan modal posisi di papan atas klasemen sementara, PSIM diharapkan mampu menjaga konsistensi dan terus berkembang di putaran kedua. Manajemen menilai paruh musim ini sebagai fondasi penting untuk melangkah lebih jauh, sekaligus bahan evaluasi agar tim tetap kompetitif hingga akhir musim.


"Kita tahu CV dan rekam jejak Coach Jean Paul bagus sekali, Sampai sekarang saya belajar banyak sekali dari beliau. Saya juga apresiasi dia mau kompromi dengan banyak hal di sini," bebernya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Razzi Taruna #Super League #Jean Paul van Gastel #PSIM Jogja