JOGJA - PSIM Jogja menutup perjalanan paruh musim kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan catatan cukup menjanjikan. Berstatus sebagai tim promosi, Laskar Mataram mampu bertahan di papan atas dengan menempati posisi keenam klasemen sementara dengan mengoleksi 30 poin dari 17 pertandingan yang telah dijalani.
Capaian itu disyukuri oleh manajemen PSIM Jogja. Manajer tim Razzi Taruna menilai hasil paruh musim ini sebagai modal penting bagi tim untuk menatap putaran kedua kompetisi yang akan segera bergulir.
"Alhamdulillah hasilnya memuaskan dan cukup baik karena untuk kami sebagai tim promosi ada di posisi klasemen nomor enam dengan 30 poin," ujar Razzi Kamis (15/1).
Meski demikian, ia menegaskan pencapaian itu tidak membuat tim berpuas diri. Evaluasi menyeluruh tetap menjadi agenda utama manajemen, tim pelatih, maupun para pemain demi meningkatkan performa di putaran kedua.
"Pastinya sangat senang dan bersyukur, dan harapannya bisa lebih baik di putaran kedua," ungkapnya.
Razzi menambahkan, proses evaluasi sudah dan akan terus berjalan secara komprehensif, mencakup berbagai aspek teknis maupun non teknis. "Walau demikian, masih banyak evaluasi yang harus dilakukan, baik dari pemain, tim pelatih, maupun manajemen," tuturnya.
Dari hasil evaluasi sementara, konsistensi permainan menjadi salah satu aspek utama yang dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih. Menurut Razzi, menjaga stabilitas performa dari satu pertandingan ke pertandingan lain menjadi tantangan tersendiri bagi PSIM Jogja.
"Mungkin salah satu hal yang harus perbaiki adalah konsistensi kita. Itu harus kita jaga," bebernya.
Selain faktor teknis, kondisi fisik pemain juga menjadi sorotan manajemen. Padatnya jadwal pertandingan pada bulan Februari ditambah dengan masuknya periode Ramadan di mana laga akan digelar pada malam hari, membuat manajemen harus ekstra cermat dalam menjaga kebugaran pemain.
"Terus dengan jadwal yang padat, kami berpikir bagaimana caranya pemain tetap fokus dan juga menjaga kebugarannya dengan baik. Karena di masa-masa besok ini, contoh di bulan Februari saja kita cukup padat jadwalnya," jelas Razzi.
Manajemen PSIM memastikan seluruh elemen tim akan bekerja keras untuk mempertahankan tren positif yang telah dibangun pada paruh pertama musim. Fokus dan kesiapan fisik serta mental pemain menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan ketat di putaran kedua.
"Kita tetap harus fokus dan jaga kebugaran pemain, terutama untuk bisa tetap konsisten di putaran kedua," tegasnya.
Sebagai bagian dari persiapan, skuad PSIM dijadwalkan kembali menjalani latihan intensif mulai 15 Januari, setelah sebelumnya mendapat libur singkat. PSIM sendiri akan melakoni laga perdana putaran kedua 25 Januari menghadapi Persebaya Surabaya.
"Tim pelatih hanya memberikan libur dua hari saja (13-14 Januari). Pada 15 Januari, tim sudah mulai latihan lagi agar bisa bermain maksimal untuk putaran kedua," ujar Razzi. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun