JOGJA - Tim Elite Pro Academy (EPA) PSIM Jogja telah menuntaskan rangkaian laga kandang menghadapi Bali United FC dalam lanjutan EPA Super League 2025/2026.
Duel di Stadion Dwi Windu, Bantul, pada Sabtu (10/1) dan Minggu (11/1) itu menghadirkan tantangan berat bagi Laskar Mataram Muda, baik dari sisi teknis maupun non teknis.
Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Bantul dalam beberapa hari terakhir berdampak langsung pada kondisi lapangan.
Permukaan lapangan yang berat membuat tempo permainan sulit berkembang, terutama bagi tim-tim yang mengandalkan sirkulasi bola cepat.
Manajer tim EPA PSIM Jogja Joshua Dio mengakui, kondisi itu cukup memengaruhi jalannya pertandingan. Khususnya bagi tim U-16 yang harus puas meraih satu hasil imbang 1-1 pada hari pertama, sebelum akhirnya kalah 0-2 pada laga berikutnya.
"Game plan dari Coach Dimas (pelatih kepala U16) sedikit banyak tidak jalan karena bola sama sekali tidak mengalir. Begitu diumpan, bola berhenti. Jadi sebenarnya seperti bermain bukan di lapangan," ujar Joshua, Selasa (13/1).
Meski demikian, kabar positif datang dari kelompok umur U-18. Setelah menelan kekalahan tipis 0-1 pada pertemuan pertama, skuad U-18 EPA PSIM mampu bangkit dan meraih kemenangan dramatis 2-1 pada laga kedua.
Hasil ini menjadi satu-satunya kemenangan PSIM Jogja EPA dalam rangkaian duel kontra Bali United.
Joshua menilai keberhasilan tersebut tak lepas dari penyesuaian strategi yang diterapkan tim pelatih, menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan karakter permainan lawan.
"Karena Bali bermain possession, padahal lapangan kondisinya sudah tidak baik dan tidak ideal buat main. Jadi kami main pragmatis dengan long ball dan rezekinya di kami, malah bisa ambil tiga poin," jelasnya.
Sementara itu, hasil kurang maksimal juga dialami tim U-20. Dalam dua laga beruntun, PSIM Jogja U-20 harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor 0-1 dan 1-2.
Meski kalah, Joshua menegaskan, secara permainan anak asuhnya mampu memberikan perlawanan seimbang.
"Sebenarnya kami tidak kalah kelas dan bisa bikin perlawanan, cuma sedikit ada kesenjangan itu berpengaruh karena mereka menurunkan beberapa pemain senior Bali untuk membantu," imbuhnya.
Rangkaian laga kandang ini pun menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih PSIM Jogja EPA. Fokus tim kini langsung beralih ke laga tandang menghadapi Madura United yang akan digelar, Sabtu (17/1) dan Minggu (18/1).
Pertandingan itu sekaligus menjadi penutup putaran pertama EPA Super League musim ini.
Joshua menilai secara peta kekuatan, PSIM masih memiliki peluang besar untuk meraih hasil maksimal, meski tetap mengingatkan para pemain agar tidak lengah.
"Kalau di atas kertas secara klasemen, U-16 jauh lebih baik daripada Madura. Sementara U-18 dan U-20 ini iring-iringan, tapi agak lebih baik PSIM," ungkapnya.
Ia menambahkan, anak-anak di tim EPA juga tetap diingatkan, bahwa di sepak bola tidak boleh meremehkan. Walaupun secara di klasemen kita di atas dari mereka.
Tim pelatih pun menargetkan perolehan poin penuh demi memperbaiki posisi PSIM Jogja EPA di klasemen sementara, sekaligus menutup putaran pertama dengan catatan positif. "Mudah-mudahan kita bisa ambil 6 poin, biar ganti hilang poin di kandang kemarin," harap Joshua. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun