Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sudah Hadapi Semua Tim Super League, Pelatih PSIM Van Gastel Sebut Tiga Klub Ini Paling Mumpuni

Fahmi Fahriza • Selasa, 13 Januari 2026 | 21:04 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel menyoroti tembakan pemainnya yang masih banyak tidak akurat.
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel menyoroti tembakan pemainnya yang masih banyak tidak akurat.

 

JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel menilai persaingan di kompetisi BRI Super League 2025/2026 sangat ketat, terutama di papan atas klasemen. Musim ini menjadi pengalaman perdana bagi pelatih asal Belanda itu menangani tim Indonesia, sekaligus musim debut PSIM di kasta tertinggi sepak bola nasional setelah penantian panjang selama 18 tahun.


Putaran pertama Super League 2025/2026 sendiri saat ini telah rampung. PSIM tercatat sudah melakoni 17 pertandingan dengan torehan 30 poin dan untuk sementara menempati posisi keenam klasemen. Capaian ini terbilang positif bagi tim promosi yang baru kembali ke level tertinggi kompetisi.


Van Gastel mengungkapkan, sepanjang putaran pertama, ia sudah menghadapi seluruh peserta Super League dan bisa melihat secara langsung peta kekuatan tiap tim. Ada beberapa klub yang terlihat sangat solid baik dari sisi kualitas skuad, efektivitas permainan, hingga dukungan finansial yang kuat dalam perburuan gelar juara.


"Saya rasa Persija Jakarta sangat bagus, Persib Bandung juga banyak berubah karena mereka merekrut beberapa pemain lagi. Selain itu Borneo FC juga sangat efektif," kata Van Gastel Selasa (13/1).


Penilaian itu sejalan dengan kondisi klasemen sementara. Persib saat ini memimpin klasemen, disusul Borneo FC di posisi kedua, sementara Persija Jakarta berada di peringkat ketiga. Ketiga tim itu dinilai Van Gastel memiliki kualitas paling mumpuni untuk bersaing di jalur juara.


"Jadi saya rasa pada akhirnya jika Anda melihat tabel klasemen, saya rasa Bandung, Jakarta, dan Borneo adalah tim yang punya kualitas paling mumpuni," ulasnya.


Meski jarak poin dan klasmen PSIM dengan tim papan atas tidak terlalu jauh, Van Gastel menegaskan timnya sejak awal tidak dibebani target perburuan gelar juara. Ia memilih bersikap realistis, mengingat status PSIM sebagai tim promosi yang masih berada dalam tahap pengembangan.


Menurutnya, banyak aspek yang harus dibangun secara bertahap, baik dari sisi teknis di lapangan maupun faktor non-teknis di luar pertandingan. "Kami tim promosi yang sedang dalam pengembangan, kami tidak berburu title race itu di musim ini," bebernya.


Alih-alih mengejar ambisi besar yang justru bisa menjadi beban, Van Gastel menegaskan fokus PSIM tetap sesuai target awal yang telah disepakati bersama manajemen klub, yakni bertahan di Super League.


Dengan sisa kompetisi yang masih panjang, PSIM diharapkan mampu menjaga konsistensi performa dan terus mengumpulkan poin demi mengamankan posisi mereka di Super League musim depan. "Fokusnya tetap sama, bagaimana agar tim ini tidak terdegradasi," tandasnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Super League #Jean Paul van Gastel #PSIM Jogja