SURABAYA - Peta persaingan Grup D Liga Nusantara 2025/2026 kembali memanas. Itu setelah hasil mengejutkan yang dialami tim-tim papan atas pada pekan terakhir. Tiga tim teratas harus menelan kekalahan, membuat jarak poin di klasemen semakin rapat.
Persiba Bantul sukses menumbangkan pemuncak klasemen Perseden Denpasar dengan skor 2-1. Di laga lainnya, Persekabpas Pasuruan yang berstatus runner-up secara mengejutkan takluk 0-1 dari tim juru kunci Waanal Brothers.
Sementara itu, Persebata Lembata yang berada di peringkat ketiga juga harus mengakui keunggulan Gresik United dengan skor tipis 0-1. Hasil ini membuat persaingan perebutan dua tiket ke babak 8 besar semakin terbuka.
Perseden Denpasar masih bertahan di puncak klasemen dengan 18 poin, diikuti Persekabpas Pasuruan dengan 16 poin. Sementara Persebata Lembata menempati posisi ketiga dengan 13 poin, sementara Gresik United dan Persiba Bantul membuntuti di peringkat empat dan lima dengan koleksi 12 poin. Waanal Brothers masih berada di dasar klasemen dengan tujuh poin.
Pelatih Persiba Bantul Susanto mengatakan ketatnya persaingan tidak bisa dilepaskan dari jadwal kompetisi yang padat. Sebab itu juga berdampak pada kondisi pemain di setiap tim.
"Dengan kompetisi yang begitu padat, kita juga mengalami seperti tim-tim lain. Ada pemain yang cedera, ada juga yang terkena akumulasi kartu," lontarnya, Kamis (1/1).
Menurutnya Susanto, kondisi itu juga memaksa Persiba Bantul memaksimalkan kedalaman skuad yang dimiliki, termasuk memberikan kesempatan kepada pemain yang sebelumnya jarang tampil. Pemain-pemain yang belum pernah bermain wajib siap untuk dimainkan.
Persiba Bantul sendiri dijadwalkan kembali berlaga dalam waktu dekat menghadapi Persekabpas Pasuruan di Stadion Pasiran, Surabaya, Minggu (4/1) nanti. Laga itu dinilai krusial dalam menentukan posisi Persiba Bantul di papan klasemen.
Saat ditanya soal peluang pemain muda yang sebelumnya lebih sering berada di bangku cadangan, Susanto menegaskan kepercayaan terhadap seluruh pemain selalu menjadi prinsip tim pelatih.
"Kami selalu percaya sama pemain dan kesempatan itu pasti ada. Dengan jadwal yang padat, nggak mungkin pemain itu-itu saja yang dimainkan," bebernya.
Tak hanya itu, Susanto juga menyebut aspek mental menjadi kunci agar para pemain mampu memaksimalkan peluang yang diberikan. Sehingga harapannya para pemain itu bisa memaksimalkan kemampuan masing-masing. "Yang terpenting bagaimana mentalitas pemain itu terjaga dan keyakinan mereka muncul," tandasnya. (ayu/laz)