JOGJA - Pergantian tahun 2025 menuju 2026 menjadi momen refleksi bagi para penggawa PSIM Jogja. Di tengah padatnya jadwal kompetisi, para pemain memilih tetap fokus pada tim ketimbang menikmati libur panjang bersama keluarga.
Hal itulah yang dialami bek tengah PSIM Jogja asal Jepang Yusaku Yamadera. Ia memutuskan menunda rencana pulang kampung pada momen pergantian tahun, karena PSIM telah dijadwalkan menjalani laga penting pada awal Januari 2026.
"Sebenarnya tahun baru adalah perayaan penting bagi umat Buddha di Jepang. Saya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga, tetapi hari-hari ini kami ada jadwal pertandingan yang cukup padat pada bulan Januari," ujar Yusaku Kamis (1/1/2026).
Sebagai gantinya, Yusaku tetap menjaga komunikasi dengan keluarga melalui panggilan video. Jarak yang memisahkan membuatnya memanfaatkan teknologi untuk mengobati rasa rindu.
"Saya belum punya waktu untuk pulang. Jadi, saya menghabiskan waktu dengan keluarga melalui panggilan video," tambahnya.
Sepanjang tahun 2025 Yusaku mengaku banyak bersyukur atas perjalanan kariernya bersama Laskar Mataram. Mulai dari keberhasilan membawa PSIM meraih gelar Liga 2 hingga tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Di Februari, kita memenangkan Liga 2 dan mendapat trofi. Musim ini, kali pertama saya bermain di Liga 1 Indonesia. Saya mendapat pengalaman dan budaya dari 10 pemain asing di sini. Saya sangat senang," tuturnya.
Secara pribadi, memasuki tahun baru 2026 ini ia menegaskan dua target utama yakni menjaga PSIM tetap berada di Liga 1 dan berharap bisa mengukir prestasi individu.
"Pertama saya berharap PSIM tetap bertahan di Liga 1 untuk musim depan. Kemudian saya ingin masuk dalam jajaran 11 pemain terbaik di Liga 1," tegasnya.
Tak hanya Yusaku, gelandang multifungsi PSIM Fahreza Sudin juga memilih tetap berada di Jogja selama libur tahun baru.
Jadwal jeda yang sangat singkat membuatnya memutuskan fokus pada pemulihan kondisi.
"Saya di Jogja saja karena liburnya cuma sehari. Jadi habis tahun baru sudah latihan dan saya jaga kondisi saja," ungkap Fahreza.
Fahreza pun membawa resolusi pribadi untuk tampil lebih produktif di lapangan pada 2026. Ia berharap bisa memberikan kontribusi nyata melalui gol dan membantu PSIM memperbaiki posisi di klasemen.
"Kalau untuk diri sendiri semoga lebih baik lagi dan di lapangan mungkin bisa mencetak gol juga. Sementara untuk PSIM, semoga tetap bertahan di Liga 1 dan bisa berada di klasemen 10 besar ke atas," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun