Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berguru ke NFL Amerika, Liana Tasno Perkuat Komitmen Integritas di PSIM Jogja

Fahmi Fahriza • Sabtu, 20 Desember 2025 | 03:25 WIB

 

Direktur Utama PSIM Jogja Liana Tasno saat mengikuti program di National Football League (NFL), Amerika Serikat
Direktur Utama PSIM Jogja Liana Tasno saat mengikuti program di National Football League (NFL), Amerika Serikat

 

JOGJA - Prestasi membanggakan ditorehkan Direktur Utama PSIM Jogja Liana Tasno yang terpilih sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia dalam program kepemimpinan perempuan global (women leaders) di industri olahraga yang digelar di Amerika Serikat.


Program bergengsi itu dikenal memiliki proses seleksi sangat ketat. Dari total sekitar 160 negara yang mengirimkan delegasi setiap tahunnya, hanya tersedia sekitar 15 kursi bagi peserta terpilih. Pada edisi kali ini, Liana menjadi satu dari 14 delegasi terpilih yang berasal dari 13 negara di seluruh dunia.


Melalui program itu, para peserta mendapat kesempatan mempelajari ekosistem industri olahraga Amerika Serikat secara langsung dari para praktisi dan pemangku kebijakan di bidangnya. Program ini berlandaskan semangat Title IX, sebuah undang-undang di Amerika Serikat yang mendorong kesetaraan gender, khususnya bagi perempuan dan anak-anak dalam dunia olahraga.


Sebelum dinyatakan lolos, Liana harus melewati proses seleksi panjang yang menuntut kesiapan administratif maupun kapasitas kepemimpinan. "Untuk masuk ke program ini tidak gampang, prosesnya sangat panjang. Selain banyaknya wawancara yang harus saya lalui, proses administrasinya juga sangat kompleks," ungkap Liana Jumat (19/12).


Keistimewaan lain dari keikutsertaan Liana adalah penempatannya di National Football League (NFL), kompetisi olahraga paling prestisius dan bernilai komersial tertinggi di Amerika Serikat. Ia menjadi satu-satunya delegasi yang mendapatkan kesempatan belajar langsung di lingkungan NFL. "Satu-satunya yang terpilih ke NFL itu ya cuma kita, Indonesia. Yang ke NFL hanya saya saja," tambahnya dengan bangga.


Selama mengikuti program, Liana menjalani rangkaian pelatihan intensif di tiga lokasi strategis, yakni markas Green Bay Packers, Kantor Pusat NFL, serta NFL Films. Di lokasi-lokasi itu ia mendalami berbagai aspek pengelolaan organisasi olahraga profesional. Mulai dari tata kelola klub, pengembangan bisnis, hingga strategi komersial sebuah liga besar.


Diakui, pengalaman di Green Bay Packers menjadi salah satu momen penting bagi Liana. Ia mempelajari lima nilai utama yang menjadi fondasi kuat organisasi tersebut dalam membangun budaya profesional. "Ada lima nilai yakni integrity, respect, teamwork, stewardship, dan excellence. Itu yang saya pelajari dari Green Bay Packers," jelasnya.


Dari kelima nilai itu, integritas menjadi poin utama yang ingin segera ia terapkan di lingkungan PSIM. Menurutnya, integritas merupakan fondasi penting dalam menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.


"Integrity. Itu nomor satu yang paling ingin saya terapkan. Mulai di internal kita dulu, dan saya harapkan bisa diterapkan di Indonesia," tegasnya.


Komitmen itu lahir dari keprihatinan Liana terhadap kondisi olahraga nasional, di mana praktik-praktik tidak sehat masih kerap menjadi penghambat utama perkembangan prestasi. "Karena menurut saya, urusan korupsi itu yang paling merusak olahraga Indonesia," ujarnya lugas.


Selain integritas, Liana juga menyoroti besarnya dukungan pemerintah Amerika Serikat terhadap industri olahraga. Di sana, olahraga dipandang sebagai aset strategis untuk membangun karakter, nilai sosial, serta kekuatan komunitas.


"Mereka sadar betul bahwa olahraga itu sangat penting untuk dimajukan. Karena ujung-ujungnya, olahraga berguna untuk membangun nilai-nilai dalam komunitas mereka," paparnya.


Ke depan Liana tidak hanya ingin menerapkan nilai-nilai tersebut di level manajemen klub. Ia juga berencana menyasar generasi muda melalui program PSIM Goes to School, sebagai upaya membuka wawasan mahasiswa mengenai luasnya peluang karier di industri olahraga.
"Saya ingin memberi inspirasi pada mahasiswa dulu. Supaya pikiran mereka terbuka, bahwa mereka itu bisa berkarya di industri olahraga Indonesia," tandas Liana. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#national football league #Women Leadership #Amerika Serikat #Direktur Utama PSIM Jogja Liana Tasno #PSIM Jogja